Pemprov Ingin Beli Helikopter, DPRD Sulsel Bilang Begini, Disetujui?

Menurut anggota Badan Anggaran DPRD Sulawesi Selatan Wawan Mattaliu bahwa pengadaan Helikopter belum terlalu dibutuhka oleh Pemprov.

Pemprov Ingin Beli Helikopter, DPRD Sulsel Bilang Begini, Disetujui?
hasan/tribun-timur.com
Suasana Rapat Paripurna DPRD Sulsel 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sejumlah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan menolak usulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait pengadaan Helikopter.

Pemprov mengusulkan anggaran pengadaan Helikopter ini untuk dialokasikan dalam rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPB) pokok 2020 mendatang senilai Rp 30 miliar.

Menurut anggota Badan Anggaran DPRD Sulawesi Selatan Wawan Mattaliu bahwa pengadaan Helikopter belum terlalu dibutuhka oleh Pemprov.

Sejarah Hari Ini: Kisah Tewasnya Teroris Noordin M Top, 17 September 2009, Ditembak di Solo

8 Ketua Fraksi DPRD Mamasa Gelar Rapat, Apa yang Dibahas?

Begini Cara Polsek Marang Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Pangkep

Masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak untuk dijadikan prioritas Gubernur Sulsel.

"Pengadaan heli belum urgen. Beban operasionalnya juga berat. Masih lebih urgen urusan pendidikan dan kesehatan," kata dia.

Politisi Partai Hanura ini menjelaskan usulan itu dipastikan akan dipertimbangkan dan melihat skala prioritasnya serta RPJMD.

"Juga kami akan menelisik kebijakan umum anggaran 2020. Apa memang itu ada;' tegasnya.

Sejarah Hari Ini: Kisah Tewasnya Teroris Noordin M Top, 17 September 2009, Ditembak di Solo

8 Ketua Fraksi DPRD Mamasa Gelar Rapat, Apa yang Dibahas?

Begini Cara Polsek Marang Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Pangkep

Senada disampaikan Ketua Fraksi Golkar Kadir Halid. Anggota DPRD Sulsel itu menyebut pemerintah provinsi semestinya memprioritaskan yang lebih dibutuhkan oleh masyarakay.

"Untuk Heli saat ini belum diperlukan, banyak heli yang bisa disewa. Buat apa beli, kalau masih banyak yang bisa disewa," sebutnya.

Disisi lain untuk pengadaan heli membutuhkan dana cukup besar. Terlebih lagi biaya operasionalnya, pilot dan teknisinya

"Usulanya lebih 30 milyar," ujar Kadir.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved