Breaking News:

Dies Natalis ke-31 Politani Pangkep, Guru Besar UI Prof T Basaruddin Ajak Dosen Kembangkan Start Up

Acara puncak Dies Natalis ke-31 Politani Pangkep dibuka dengan laporan panitia dan sambutan Direktur Politani Pangkep Dr Ir H Darmawan MP.

dok humas politani pangkep
Dies Natalis PPNP atau akrab dikenal Politani Pangkep menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dengan Orasi Ilmiah dari Prof Drs T Basaruddin MSc PhD di Manunggal Mini, Kodam XIV Hasanuddin, Sabtu (14/9/2019) 

"Seseorang harus memiliki kompetensi dan kecakapan untuk terus berinovasi. Terutama dengan memanfaatkan dunia internet yang bisa dijangkau semua orang," ujarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof T Basaruddin yang juga Guru Besar Universitas Indonesia itu mengajak dosen untuk kembangkan startup bersama mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, Basaruddin mencontoh sebuah startup karya mahasiswa didiknya bernama Higro yang fokus pada produk-produk pertanian.

"Startup buatan mahasiswa didik saya itu, awalnya diragukan, tapi kini memiliki omset hingga Rp150 miliar dengan menaungi 4.500 petani dalam jaringan," ujarnya.

Ia uga memberi contoh startup di dunia transportasi yang membuat usaha taksi mati". Bahkan retail besar mengalami tekanan hadirnya kreatifitas anak muda," tegasnya.

"Bahkan dokter pun kini memiliki banyak saingan dengan hadirnya dokter-dokter internet yang bisa melakukan diagnosa umum," lanjutnya.

Baca: Video: Pantai Losari dari Menikmati Sunset Bersama Pisang Epe yang Melegenda hingga Masjid 99 Kubah

Baca: Video: DFSK Glory i-Auto Punya Asisten Virtual! Nanti Bisa Pakai Bahasa Daerah Loh! Tengok di Sini?

Pada era kekinian, lanjut Basaruddin, muncul profesi influencers dengan lahirnya bidang-bidang baru. Dan anak muda memulai usaha yang tidak dipikirkan sebelumnya.

"Ada 6 perusahaan unicorn di dunia, dan empat lainnya adalah lahir di Indonesia yakni Gojek, Bukalapak, Tokopedia, Traveloka," jelasnya.

Pada momen itu, Basaruddin juga mengungkapkan saat ini ada 2.300 PT yang terakreditasi tapi lebih dari separo yang terakreditasi C alias nilai cukup.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti Prof Dr Ocky Kama Radjasa MSc Tampil sebagai keynote speaker pada seminar Politani Pangkep dilangsungkan di Hotel Four Point By Sheraton, Jl Andi Djemma, Kota Makassar, Rabu (11/9/2019).
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti Prof Dr Ocky Kama Radjasa MSc Tampil sebagai keynote speaker pada seminar Politani Pangkep dilangsungkan di Hotel Four Point By Sheraton, Jl Andi Djemma, Kota Makassar, Rabu (11/9/2019). (tribun timur/ocha alim)

Basaruddin juga memberikan petuah bijak tentang orang yang buta huruf di masa sekarang ini adalah bukan yang tidak tahu membaca.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved