Tak Rela Dirampok dan Pacar Diperkosa? Pemuda 17 Tahun di Malang Bunuh Begal, Begini Kronologisnya

ZA terpaksa membunuh pelaku begal, Misnan, lantaran kesal dirinya akan dirampok dan kekasihnya, V hendak diperkosa.

Tak Rela Dirampok dan Pacar Diperkosa? Pemuda 17 Tahun di Malang Bunuh Begal, Begini Kronologisnya
FB Suwarnianto AE
Seorang begal ditemukan tak bernyawa di Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. 

Mulanya diduga korban pembunuhan atau penganiayaan. 

Saat ke TKP pihaknya juga mengira bahwa korban itu merupakan pencari burung puyuh.

Baca: Semarakkan International Coffee Day, Ini yang Bakal Dilakukan Komunitas Koka Pinrang

Baca: Jamuan Macoa Bawalipu dan Pemkab Luwu Timur di Wotu Bikin Bahagia Raja dan Sultan

“Setelah kita selidiki lebih jauh, korban yang dikira pencari burung puyuh itu ternyata seorang kawanan begal,” kata Yade Setiawan Ujung, Selasa (10/9/2019).

Polisi lantas membawa ZA, rekan Misnan yakni yakni Ahmad (22) dan Rozikin (41).

Serta seorang lagi yang masih buron. Dari keterangan ketiganya, kronologi pembegalan terkuak.

Yedi menjelaskan, mulanya ZA dan kekasihnya V nongkrong di perkebunan tebu, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang pada Minggu (8/9/2019) malam.

Lokasi mayat begal ditemukan, di perkebunan tebu, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang pada Senin (9/9/2019)
Lokasi mayat begal ditemukan, di perkebunan tebu, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang pada Senin (9/9/2019) (FB Suwarnianto AE)

Saat itu ZA dan V didatangi Misnan dan 3 rekannya yang mengendarai motor.

Misnan dan temannya lalu membegal ZA. Sementara dua pelaku lain mengawasi lingkungan.

Mereka meminta ZA untuk menyerahkan motornya dan HP miliknya.

Karena takut, ZA mencoba menawarkan agar pelaku hanya mengambil ponselnya saja.

Halaman
1234
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved