Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Selama Menjabat, Farouk M Betta Klaim DPRD Hasilkan 224 Produk

Capaian yang dimaksud selama lima tahun itu, DPRD Makassar menghasilkan 224 produk.

Tayang:
Penulis: Abdul Azis | Editor: Ansar
abd azis/tribuntimur.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar periode 2014-2019, Farouk M Betta, menyampaikan capaian legislator di bawah kepemimpinannya 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar periode 2014-2019, Farouk M Betta, menyampaikan capaian legislator di bawah kepemimpinannya.

Capaian yang dimaksud selama lima tahun itu, DPRD Makassar menghasilkan 224 produk.

Terdiri dari 144 keputusan DPRD, 42 peraturan daerah, dan 38 putusan pimpinan DPRD.

Cium Stafnya, Kadis Koperasi Jeneponto Ditetapkan Tersangka

Ezra Walian Diminta Bersabar, Darije: Prosedur yang Sama dengan Zulkifli-Ferdinand

Sekretaris DPW NasDem: Ketua DPRD Sementara Belum Tentu Dipilih Defenitif

Hal itu disampaikan Aru sapaan Farouk M Betta sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD terpilih di ruang paripurna lantai III, Senin (9/9/2019).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Makassar ini menambahkan, selama lima tahun, anggota DPRD juga melaksanakan 125 kali rapat paripurna.

143 kali melakukan kunjungan kerja keluar provinsi, serta dalam provinsi 14 kali reses.

"Mengembang amanah rakyat itu berat dan terpenting bagi kita semua adalah moral, bahwa ini adalah amanah, bukan jabatan," kata Aru kepada Tribun, Senin (9/9/2019).

"Ini amanah rakyat yang harus teman-teman harus peduli," 

Ketua Karang Taruna Sulsel ini mengatakan bahwa ada banyak warna di DPRD, meski demikian, legislator terpilih atau perwakilan dari warna itu tidak boleh dibesarkan atau dihilangkan.

Cium Stafnya, Kadis Koperasi Jeneponto Ditetapkan Tersangka

Ezra Walian Diminta Bersabar, Darije: Prosedur yang Sama dengan Zulkifli-Ferdinand

Sekretaris DPW NasDem: Ketua DPRD Sementara Belum Tentu Dipilih Defenitif

"Tapi warna itu kalau bisa harus dikecilkan. Kenapa? Kalau tidak ada yang arif, tidak ada yang mau bijak, saya yakin kita akan gontok-gontokan," ujar dia.

"Padahal negara butuhkan pondasi yang kuat, bukan kepentingan yang kuat. Apa itu? warga, kemaslahatan umat," kata Aru.

Aru menambahkan jika banyak momen tidak bisa ia lupakan, mulai dari konflik internal terkait kepentingan masing-masing partai hingga kepentingan pribadi sendiri.

"Hanya kan paling anu disini itu konflik-konflik intenal, kepentingan partai, masalah kebijakan tingkat umur dan lain-lain," tegas Aru.

"Memaknai orang lebih muda atau lebih tua juga penting. Kalau pimpinan tidak bijak atau tidak bisa ambil benang merah dari semua itu, maka susah mereka kendalikan DPRD," Aru menambahkan saat ditanya soal pesan-pesannya terhadap pimpinan DPRD Makassar.(*)

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved