Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SD 44 Bantaulu Rusak Parah Pasca Banjir, Kapan Diperbaiki ?

Menurutnya, Ia telah melakukan singkronisasi data dan telah mengajukan kekementerian agar mendapat bantuan.

Tayang:
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Sudirman
Ikbal/Tribun Jeneponto
murid SD 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto belajar melantai beralaskan paving block. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto Jabal Nur, mengaku prihatin dengan kondisi sekolah SD 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel, Senin (9/9/2019) siang.

Menurutnya, Ia telah melakukan singkronisasi data dan telah mengajukan kekementerian agar mendapat bantuan.

"Melihat kondisi sekolah SD 44 Bantaulu, kondisinya sangat memprihatinkan dan memang tak layak dipakai balajar," kata pria yang akrab disapa Jabal itu.

Jabal mengungkapkan, kondisi sekolah telah dilaporkan kepihak kementerian.

Pelantikan Anggota DPRD Makassar, Legislator Partai Berkarya Nasir Rurung Datang dengan Pajero Sport

Legislator DPRD Makassar Abdul Wahab Thahir Bawa Keluarga Inti, Siapkan Kedatangan NH

LOWONGAN KERJA, BCA Cari Karyawan Baru, Cari Lulusan SMA, SMK, D3 dan S1

Agar sekolah yang rusak parah akibat banjir ini, bisa mendapatkan bantuan.

"Kita telah ajukan dan memperlihatkan gambar kondisi sekolah, namun tak mendapat bantuan," tuturnya.

"Orang kementerian bilang separah apapun rusaknya sekolah, jika data Dapodik tak masuk maka tak diberi bantuan. Ini kementerian langsung bilang bukan kita, sehingga kita harap pihak kepala sekolah segera memperbaiki Dapodiknya," jelas Jabal.

Sebelumnya, kadis Pendidikan Jeneponto Nur Alam Basir mengatakan, perbaikan sekolah yang terdampak banjir akan diusul ke Dapodik sarana 2019.

Termasuk SD nomor 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

"Kita akan masukkan data pokok pendidikan saranan atau biasa disebut Dapodik sarana, kita laporkan kepada kementerian untuk mendapat dana APBN," kata Nur Alam Basir (3/5/2019) lalu

Menurut Nur Alam, anggaran pendapatan belanja daerah atau APBD tahun ini, tak memungkinkan untuk rehab sekolah terdampak banjir.

Karang Taruna Diminta Jadi Pilar Pembangunan Sosial di Luwu Timur

Sop Ubi Kuliner Khas Makassar, Ini 5 Tempat yang Jual, Nomor 1 Paling Populer

Persiapan Piala Soeratin U-17, Askab PSSI Bulukumba Lakukan Seleksi di 10 Kecamatan

"APBD tahun ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan rehab berat sekolah," pungkasnya.

"Kita usul tahun ini, insyaAllah tahun depan diperbaiki," sambungnya.

Kadis Pendidikan Jeneponto itu menambahkan, tahun ini Pemda Jeneponto mendapat Dak Sarana 71 Milyar lebih namun tak termasuk SD 44 Bantaulu.

"Tahun ini pemda Jeneponto mendapat DAK sarana Rp 71 milyar lebih untuk DAK sarana SD dan SMP," ungkap Nur Alam

"Untuk memperbaiki sekolah dasar mencapai 200, dan sekolah menengah pertama 30, dana tersebut masuk kerening sekolah langsung, dan mereka yang melakukan rehap," tutupnya

Diketahui, Murid SDN Nomor 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel masih belajar di bawah tenda darurat pasca banjir.

Pasalnya, bangunan sekolah yang berdampak banjir 22 Janurari 2019 lalu tak kunjung mendapat perbaikan pemerintah

Para murid belajar menggunakan fasilitas seadanya, bahkan murid kelas dua di SD yang jaraknya sekitar 6 Km dari kantor bupati Jeneponto itu belajar melantai beralaskan paving block.

Kepala sekolah SD 44 Bantaulu, Suharto mengaku beberapa kali meminta perbaikan sekolah namun 8 bula pasca banjir tak kunjung dapat bantuan.

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved