Veronica Koman Diburu Interpol PascaKerusuhan Papua, Prabowo Subianto Mantan Sandiaga Ikut Bicara

Veronica Koman Diburu Interpol PascaKerusuhan Papua, Prabowo Subianto Mantan Sandiaga Ikut Bicara

Veronica Koman Diburu Interpol PascaKerusuhan Papua, Prabowo Subianto Mantan Sandiaga Ikut Bicara
Twitter @papua-satu / KOMPAS.com Kristianto Purnomo/ via Tribunnews.com
Veronica Koman Diburu Interpol PascaKerusuhan Papua, Prabowo Subianto Mantan Sandiaga Ikut Bicara 

Yakni kelompok pemberontak bersenjata, kelompok pemberontak politik, dan kelompok klandestin atau rahasia.

"Perlu kami jelaskan kelompok di Papua ini ada tiga kelompok, yaitu kelompok pemberontak bersenjata, kelompok pemberontak politik dan kelompok pemberontak klandestin," jelas dia.

Ryamizard pun mengatakan TNI dan Polri harus selalu siap bersinergi untuk mempertahankan NKRI serta bijak menghadapi kelompok-kelompok tersebut.

3. Deklarasi damai

Sebanyak 34 komponen masyarakat bersama Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Ketua DPR Papua menandatangani deklarasi damai pascakerusuhan di Jayapura di depan Panglima TNI, Kapolri, dan Gubernur Papua.

Dikutip dari Kompas.com, penandatanganan deklarasi damai yang diinisiasi TNI dan Polri ini berlangsung di Swiss-Bel Hotel Jayapura, Kamis (5/9/2019) malam.

"Saya berjanji kepada saudara-saudara ku, saya memberikan jaminan kepada siapapun yang hidup di tanah ini, Anda mempunyai hak yang sama," kata Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menegaskan keamanan merupakan modal penting untuk pembangunan.

"Modal terpenting bagi semua komunitas untuk membangun bukanlah sumber daya alam, sumber daya manusia iya, tapi stabilitas keamanan adalah yang terpenting," kata Tito.

Ia pun meminta semua pihak berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan Papua agar pembangunan bisa berjalan kembali.

Halaman
1234
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved