Warga Bontoa Pangkep Keluhkan Debu dari Aktivitas Tambang PT Wutama Tri Makmur

Salah seorang, warga Bontoa, Sittiara mengaku sejak tambang itu beroperasi, polusi debu hingga bisingnya alat berat menganggu warga sekitar.

Warga Bontoa Pangkep Keluhkan Debu dari Aktivitas Tambang PT Wutama Tri Makmur
Munjiyah/Tribun Pangkep
Tambang milik PT Wutama Tri Makmur di Kampung Bontoa dalam, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (5/9/2019). ( 

TRIBUNPANGKEP.COM, MINASATENE-- Warga Bontoa Pangkep mengeluhkan debu dari aktivitas tambang milik PT Wutama Tri Makmur di Kampung Bontoa dalam, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (5/9/2019).

Aktivitas tambang sudah mulai sejak 2009 dan berada sekitar 100 meter dari pemukiman warga.

Lagi Kantor Bupati Jeneponto Dikepung Pengunjuk Rasa

Serunya Gaya Bank Panin KCP Veteran di Hari Pelanggan, Ala Charlie Chaplin

Proyek Bedah Rumah di Desa Kahayya Bulukumba Diduga Bermasalah

Warga Protes Pembangunan Gedung Puskesmas Mandai, TP4D Dinilai Tidak Maksimal

Musim Kemarau, Luas Tambah Tanam Padi Sumsel Optimis Capai 200.000 Hektare

Salah seorang, warga Bontoa, Sittiara mengaku sejak tambang itu beroperasi, polusi debu hingga bisingnya alat berat menganggu warga sekitar.

"Tiap hari kami harus bersihkan debu dari aktivitas tambang, apalagi sekarang memasuki musim kemarau, ditambah lagi alat tambang yang beroperasi sejak pagi hingga malam sangat menganggu tidur kami," kata Sittiara.

Sittiara mengaku, sejak beroperasinya tambang tersebut tidak pernah ada bantuan yang diberikan oleh warga sekitar.

"Tidak pernah ada bantuan turun dan sampai ke kami, padahal kami ini paling berdampak karena lokasinya sangat dekat," pungkasnya.

Bahkan, kata Sittiara memberikan kesempatan lapangan kerja kepada keluarga mereka tidak diberi kesempatan.

"Kami pernah mencoba untuk mengkomunikasikan agar suami atau anak-anak yang tinggal di lokasi tambang dipekerjakan, tetapi tidak ada respon dari mereka," ujarnya.

Tambang milik PT Wutama Tri Makmur di Kampung Bontoa dalam, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (5/9/2019). (
Tambang milik PT Wutama Tri Makmur di Kampung Bontoa dalam, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (5/9/2019). ( (Munjiyah/Tribun Pangkep)

Keluhan lain dari warga Bontoa, Arsyad mengaku setiap hari harus menutup rumahnya karena debu aktivitas tambang yang masuk ke dalam rumah.

"Pihak perusahaan seolah-olah tidak mau tahu soal keluhan kami. Padahal, inikan langsung berdampak ke kami. Apalagi debunya itu, haruspi ditutup rumah setiap hari supaya debu tidak masuk," ungkapnya.

Kepala Tambang PT Wutama Tri Makmur, Haris Nawawi membantah jika pihaknya tidak memberikan bantuan kepada warga sekitar lokasi tambang.

"Bantuan sering diberikan kepada warga sekitar, termasuk mempekerjakan pekerja lokal disini. Begitupun bantuan air bersih serta tiap hari kami juga menyiram area lokasi tambang agar tidak berdebu," jelasnya.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Lagi Kantor Bupati Jeneponto Dikepung Pengunjuk Rasa

Serunya Gaya Bank Panin KCP Veteran di Hari Pelanggan, Ala Charlie Chaplin

Proyek Bedah Rumah di Desa Kahayya Bulukumba Diduga Bermasalah

Warga Protes Pembangunan Gedung Puskesmas Mandai, TP4D Dinilai Tidak Maksimal

Musim Kemarau, Luas Tambah Tanam Padi Sumsel Optimis Capai 200.000 Hektare

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved