Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Modus Magang,3 Siswa SMK Hilang Selama 9 Tahun Tanpa Jejak, Ternyata Dijual Calo ke Perusahaan Kapal

Modus Magang,3 Siswa SMK Hilang Selama 9 Tahun Tanpa Jejak, Ternyata Dijual Calo ke Perusahaan Kapal

Editor: Waode Nurmin
Kompas.com/ Ilustrasi Kapal Penangkap Ikan. Foto: Getty Images
Modus Magang,3 Siswa SMK Hilang Selama 9 Tahun Tanpa Jejak, Ternyata Dijual Calo ke Perusahaan Kapal 

"Feeling saya belum (meninggal) belum pernah bertemu lewat mimpi. Hatiku juga masih tenang dan tidak deg-degan. Kapan waktu Denny akan pulang. Saya masih mengharapkan pulang, ada mukjizat Tuhan. Setiap sembahyang saya selalu mendoakan," ujarnya.

Ingatan tentang anaknya masih sering muncul dibenaknya ketika melihat gedung sekolah.

Lucia Martini warga Kedon RT 04 Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul yang merupakan ibu dari Ignatius Andrianta Loyola Denny Murdani.
Lucia Martini warga Kedon RT 04 Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul yang merupakan ibu dari Ignatius Andrianta Loyola Denny Murdani. ((TRIBUNJOGJA.COM | Ahmad Syarifudin))

"Saya ke sekolah sampai bosen, saya dulu sering ke sekolahan. Saya gak nuntut Denny pulang hidup, seandainya sudah meninggal pun saya terima. Tetapi ada kejelasan bagaimana nasibnya," ucapnya.

Hingga kini Lucia tidak mengetahui sampai di mana pencariannya ataupun perkembangan kasusnya. Sebab, ia sudah tidak pernah berkomunikasi dengan kedua orangtua yang lain. Termasuk dengan Riswanto yang mengaku mewakili Martini dan Joko untuk kembali menuntut keadilan.

Sementara Martini mengatakan bahwa dia terakhir bertemu Riswanto pada 2011 lalu dan setelah itu tidak pernah berkomunikasi lagi.

"Saya ketemunya 2011 habis di pengadilan dengan Pak Riswanto. Nggak pernah kordinasi (Riswanto). Tidak ada komunikasi. Karena Hp juga saya rusak, terus hilang kontak. Pak Riswanto juga pergi toh. Kalau sama Pak Joko masih sering mampir. Kalau dengan pak Tiswanto ketemu terakhir di pengadilan," katanya.

Berharap tidak ada kasus serupa

Joko Priyono, orangtua Ginanjar Nugroho Atmaji saat ditemui di rumahnya Daleman, RT 2, Gadingharjo, Sanden, Bantul, mengaku sudah mengikhlaskan anaknya.

Dirinya dan Riswanto pada awal kasus hilangnya sempat ikut mendatangi perusahaan di Bali. Waktu itu diantarkan oleh pihak kepolisian. Kedatangan Joko dan Riswanto diterima oleh Ketut Widarba, bagian personalia.

Saat itu ternyata diketahui anak mereka diterima sebagai pekerja, bukan sebagai PKL yang selama ini dikatakan oleh pihak sekolah.

Dia dan orangtua lainnya juga mengaku sudah menerima santunan dari perusahaan tempat anaknya magang sebesar Rp 25 juta. Saat bertemu perwakilan perusahaan, pihak perusahaan juga tidak mengetahui bahwa ketiga korban itu merupakan pelajar. Mereka mengetahui ketiganya memang pencari pekerjaan.

"Ternyata anak saya di sana dipekerjakan sebagai ABK. Pelakunya Mugiri, sudah ditangkap dan divonis bersalah," ucapnya.

"Perusahaan sudah mengerahkan kapal untuk mencari KM Jimmy Wijaya. Namun tidak ketemu. Mugiri yang memalsukan dokumen juga sudah divonis bersalah. Kasus ini sudah lama. Saya anggap ini sebagai musibah. Saya sudah menerima," ucapnya

Joko tidak banyak menuntut karena berbagai pertimbangan, dan pelaku pemalsuan identitas pun sudah dihukum. Hanya saja dia berharap, tidak ada lagi kasus serupa di Indonesia.

"Yang terpenting tidak ada lagi kasus serupa, dan sekolah (SMK N 1 Sanden) sudah berubah," ucapnya.

Sementara itu Samsiah, ibu Ginanjar mengatakan, sebelum hilang, ia sempat berkomunikasi dengan anaknya. Terakhir, anaknya mengabarkan sedang berada di laut sekitaran Merauke.

Ginanjar sempat minta dikirim pulsa. Samsiah yakin anaknya masih hidup.

"Saya yakin masih hidup," katanya.

Kronologi Lengkap Siswa SMK Meninggal di Toilet Sekolah, Sempat Dilarang Ayahnya ke Sekolah

FAKTA Dibalik Laporan Bank Mandiri Hilangkan Dana Rp 800 Triliun Milik Warga, Simak Kronologinya

Aulia Kesuma Salah Perhitungan Bakar Mobil Suami Hilangkan Jejak, Lupa Polisi Bisa Lacak dari Sini

Tanggapan SMK N 1 Sanden

Kepala SMK N 1 Sanden Slamet Raharjo mengatakan bahwa ia menjabat kepala sekolah setelah kasus itu selesai pada tahun 2012 lalu.

Ia mengaku kurang begitu paham mengenai kasus tersebut, tetapi sepengetahuannya kasus tersebut sudah selesai dan sudah ada yang divonis bersalah.

"Itu sudah selesai di tingkat pengadilan. Ya, saat itu perusahaannya ada sanksi hukum, terus keluarga dari anak-anak sudah mendapatkan kompensasi, itu yang saya tahu," katanya.

Menurut Slamet, kepala sekolah sebelumnya, Akhmad Fuadi, sudah pindah ke SMK N 1 Pandak.

Upaya pencarian, sepengetahuan dirinya juga dilakukan mulai dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Bakamla.

Namun memang para siswa SMK itu belum bisa ditemukan. Kasus itu pun menjadi bahan evaluasi dan jangan sampai terulang.

Slamet sendiri mengaku tidak berkomunikasi lagi dengan keluarga korban. Karena setelah menjabat kepala sekolah, urusan tersebut telah terselesaikan.

"Prosesnya sudah selesai, walaupun secara kemanusiaan terus memantau, hilang itu bisa ketemu. Sampai saat ini belum ketemu," ucapnya.

Disinggung apakah masih berkomunikasi dengan perusahaan di Benoa, Bali, Slamet mengaku tidak ada sejak dirinya menjabat.

Saat ini anak-anak SMK N 1 Sanden melakukan PKL di Juana, Jawa Tengah. Pihaknya bekerja sama dengan salah satu perusahaan kapal ikan.

Sekarang itu, anak didiknya sebelum magang ke kapal ikan sudah dibekali standar keamanan internasional. Setelah lulus baru bisa mengikuti praktik laut.

"Itu saya tidak paham (soal calo). Belajar dari itu saya berhati-hati MoU dengan perusahaan yang kapalnya jelas. Setiap anak mau berangkat, kapalnya apa, perusahaannya apa, jelas tidak boleh pindah-pindah.

Perusahaan kapal kita yang utama satu tapi satu itu punya banyak kapal. Dia kebetulan lulusan STP, pelaut juga, ia punya 16 kapal PT Putra Riau (namanya)," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul Dikira Magang Malah Hilang 9 Tahun, 3 Siswa SMK Ternyata Dijual Calo ke Perusahaan Kapal, https://mataram.tribunnews.com/2019/09/05/dikira-magang-malah-hilang-9-tahun-3-siswa-smk-ternyata-dijual-calo-ke-perusahaan-kapal?page=all.


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved