Ketua Dewan Hadat Tinggi Kerajaan Gowa Meninggal Dunia
Ketua Dewan Hadat Tinggi Lembaga Kerajaan, Andi Makmun Bau Tayang Karaenta Bontolangkasa meninggal dunia.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, kabar duka menyelimuti keluarga Kerajaan Gowa.
Ketua Dewan Hadat Tinggi Lembaga Kerajaan, Andi Makmun Bau Tayang Karaenta Bontolangkasa meninggal dunia.
Ini Dia Pimpinan Sementara DPRD Wajo
40 Anggota DPRD Wajo Periode 2019-2024 Resmi Dilantik, Berikut Nama-Namanya
RAMALAN ZODIAK SELASA 3 September 2019 Taurus Bikin Iri dan Virgo Bisa Diandalkan
Artis Drakor Goo Hye Sun Sebut Akan Mundur dari Dunia Hiburan, Begini Pesannya untuk Ahn Jae Hyun
Giovanni Kelvin Ponakan Aulia Kesuma Saling Caci dengan Dana Sebelum Pembunuhan, Kata-katanya Pedis
Andi Makmun menghembuskan napas terakhir pada pukul 10:45 Wita, Senin 2 September 2019 siang.
Putra Raja Gowa ke-36, Andi Kumala Andi Idjo sekaligus ipar membenarkan kabar duka ini.
"Iya betul. Beliau telah berpulang ke Rahmatullah," katanya ketika dikonfirmasi Tribungowa.com.
Andi Makmun Bau Tayang menghembuskan napas terakhir di kediamannya, Jl Kumala, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Jenazah Andi Makmun rencananya akan dikebumikan di Kompleks Makam Raja-raja Gowa di Kelurahan Katangka, Kabupaten Gowa.
Andi Makmun Bau Tayang diketahui merupakan menantu Raja Gowa ke-36, Andi Idjo Karaeng Lalolang.
Ia menikahi putri Raja Gowa ke-36 sekaligus Bupati Gowa yang pertama.
Para era reformasi, Kerajaan Gowa bertransformasi menjadi lembaga pelestari adat dan budaya di Kabupaten berjuluk Butta Bersejarah ini.
Dalam struktur lembaga adat tersebut, Andi Makmun Bau Tayang dipercayakan menjadi Ketua Dewan Hadat Tinggi Kerajaan.
Peran dan tugas Ketua Dewan Hadat Tinggi yakni mengambil keputusan apabila Batesalapang menggelar musyawarah. (*)
Pasangan Sehidup Semati Kakek Nenek di Gowa, Istri Meninggal Selang 1 Jam dengan Suami
Sepasang suami istri meninggal pada hari yang sama di Kabupaten Gowa. Pasangan suami istri ini dijemput ajal hanya berselang satu jam.
Kejadian ini terjadi di Dusun Jonjo Desa Jonjo Kecamatan Parigi Kebupaten Gowa, Minggu (1/9/2019) kemarin.
Sang suami Daeng Se're berumur 102 tahun. Ia menghadap ke sang pencipta lebih dahulu, yaitu pukul 11:00 Wita.
Sementara istrinya Daeng Sali yang 95 tahun, ikut berpulang pukul 12.40 WITA, atau selang satu jam 40 menit menyusul sang suami.
"Kalau Kakek meninggal sebelum dzuhur kalau nenek setelah salat Dzuhur," kata keluarganya, Sri Nur Fajrianti, Senin (2/9/2019).
Sri Nur Fajrianti yang merupakan cucu dari Daeng Se're dan Daeng Sali menuturkan, kakek dan neneknya meninggal karena menderita sakit.
Daeng Sali rupanya telah menderita sakit sejak satu tahun terakhir. Sakit itu rupanya kian parah sejak satu bulan belakangan.
Sang suami terus mendampingi sang istri berjuang melawan sakit yang diderita. Akan tetapi, Daeng Se're belakangan ikut sakit.
Ia mengidap asma sejak Sabtu (31/8/2019) dua hari lalu.
"Hampir setahun sakit nenek kami, dan mulai parah sekitar satu bulan lalu. Kalau kakek itu asma," imbuhnya.
Ajal rupanya datang menjemput keduanya pada hari yang sama, Minggu (1/9/2019) kemarin. Keduanya berpulang karena sudah lanjut usia.
Kisah Daeng Se're dan Daeng Sali ibarat pasangan suami istri yang sehidup semati. Hidup bersama sejak muda hingga hari tua, sampai akhirnya maut memisahkan.
Pasangan suami istri ini juga tidak sempat menyaksikan resepsi pernikahan cucunya yang dijadwalkan digelar Senin 2 September 2019 hari ini.
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95
Pasangan Kakek-Nenek di Makassar
Pasangan Kakek Nenek di Makassar ini bisa dibilang pasangan Sehidup Semati.
Pasalnya keduanya Hj Maimunnah dan suaminya, H Batry Selkam ditakdirkan meninggal dunia hanya selisih 12 jam.
Keduanya pun disemayamkan secara berdampingan, Senin (5/8/2019).
Baca: Tikam Temannya Hingga Tewas di Jl Toddopuli, Bagong Preman Insyaf Bikin Sadar Banyak Anak Nakal
Baca: Viral Video Polisi Medan Sumpalkan Surat Tilang ke Mulut Pengendara Wanita, ini 5 Faktanya!
Berikut fakta-faktanya:
1. Suami menyusul istri
Hj. Maimunnah dan suaminya, H. Batry Selkam merupakan warga asal Jl Cakalang 2, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.
Almarhumah Hj. Maimunnah meninggal dunia, Minggu (4/8) pukul 13.30 Wita.
Sementara itu, suaminya H. Baltry Selkam meninggal dunia, Senin (5/8) pukul 01.40 Wita.
"Iye, keduanya meninggal berbeda 12 jam saja," kata salah satu mantan murid Hj. alamarhumah Maimunnah, Suriani (39).
2. Guru Madrasah
Suriani adalah murid Hj. Maimunnah tahun 1997.
Almarhumah mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model sebagai guru Bahasa Arab.
3. Sakit
Belum diketahui, suami istri ini meninggal karena apa. Tapi menurut para tetangga dan keluarga, keduanya meninggal karena sakit keras.
"Iye, ibu meninggal duluan, setelah itu baru bapak," ungkap Nurhaeda, istri dari putra almarhum, Dr. Hariadi di rumah duka.
Menurut Nurhaeda, almarhum dan almarhumah meninggal dunia karena sakit yang diderita keduanya dalam dua tahun.
"Meninggal karena sakit dek, mohon maaf kami belum bisa menjelaskan ini, karena kan rekam medis dokter itu," jelasnya.
4. Agamawan
Kedua pasangan ini dikenal taat beragama.
Hal itu diungkapkan salah seorang pelayat Jamil Misbach, murid Haja Maimunnah di waktu SD.
Menurut Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Makassar itu, dirinya mendapat kabar Minggu kemarin terkait kabar meninggalnya sang guru agama Hj Maimunnah.
"Kemarin saya dapat telepon bilang ibu Haji (Hj Maimunna) meninggal. Jadi saya bilang besok (hari ini) saya malayat," ujar Jamil Misbach.
"Tidak lama malamnya dapatma lagi telepon bilang meninggal juga Haji Batry," lanjut dia.
Dimata Jamil Misbach, Hj Maimunnah dan suaminya H Batry Selkam merupakan tokoh pendidik yang diteladani.
"Ini ibu haji yang ajarka waktu SD. Saya pindahan dari SD Pangkep ke SD 5 Tabaringan, termasuk beliau yang urus perpindahan saya," katanya.
"Keduanya (Hj Maimunnah dan H Batry Selkam) orangnya sangat santun dan pendidik sekaligus motivator keagamaan saya," ujar Jamil Misbach.
Selain Jamil Misbach sejumlah kepala sekolah, PNS yang merupakan murid Hj Maimunna datang melayat ke rumah duka.
Jenazah keduanya disalati bersamaan di masjid yang tidak jauh dari rumah duka, Jl Cakalang, utara Kota Makassar. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Ini Dia Pimpinan Sementara DPRD Wajo
40 Anggota DPRD Wajo Periode 2019-2024 Resmi Dilantik, Berikut Nama-Namanya
RAMALAN ZODIAK SELASA 3 September 2019 Taurus Bikin Iri dan Virgo Bisa Diandalkan
Artis Drakor Goo Hye Sun Sebut Akan Mundur dari Dunia Hiburan, Begini Pesannya untuk Ahn Jae Hyun
Giovanni Kelvin Ponakan Aulia Kesuma Saling Caci dengan Dana Sebelum Pembunuhan, Kata-katanya Pedis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dewan-hadat-tinggi-lembaga-kerajaan-gowa.jpg)