Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kapten Kapal Asal Gowa Disandera Perompak, DPR RI Deng Ical: Kita Tempuh Secara Diplomasi

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan direktur perlindungan WNI hingga menteri ihwal insiden tersebut.

Tayang:
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal menanggapi soal kapten pelaut asal Kabupaten Gowa disandera perompak di Somalia. Syamsu Rizal menyebut akan berupaya secara diplomasi dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk kebebasan 17 WNI yang disandera perompak, Minggu (3/5/2026) 

TRIBUN-GOWA.COM — Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal menanggapi soal kapten pelaut asal Kabupaten Gowa disandera perompak di Somalia.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan direktur perlindungan WNI hingga menteri ihwal insiden tersebut.

"Yang pasti kita sudah monitor, dengan direktur perlindungan WNI dan pak menteri, saya kordinasi langsung," katanya di Hotel Four Points by Sheraton Makassar di Jalan Andi Jemma, Makassar, Minggu (3/5/2026)

Ia menjelaskan pihaknya akan menempuh dengan cara berdiplomasi 

"Intinya semua cara akan kita tempuh, secara diplomasi. Kita juga InsyaAllah akan melakukan pendekatan non state etcher, intinya komprehensif pendekatan kita," jelasnya

Daeng Ical sapaan akrabnya ini berharap seluruh kru berjumlah sekira 17 orang yang disandera perompak segera bebas.

"Mudah-mudahan, 17 orang ini terutama empat orang (WNI) ini bisa segera bebas. Dan kita patut berusaha, dan Alhamdulillah ada jaminan bahwa beliau-beliau para korban ini masih sehat wal Afiat," jelasnya 

Sebelumnya, Seorang kapten pelaut asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Ashari Samadikun (33), disandera perompak saat berlayar di perairan Somalia.

Kabar penyanderaan itu pertama kali diterima sang istri, Santi Sanaya (26), melalui pesan suara dari suaminya.

“Pertama kali itu saya dapat informasi dari suamiku tanggal 21 April malam sekitar setengah 8,” ucap Santi saat ditemui di kediamannya di Dusun Moncong Loe, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattalassang, Senin (27/4/2026)

Ia mengatakan, suaminya mengirim voice note yang mengabarkan kapal mereka diserang bajak laut.

“Saya dapat voice note dari suamiku katanya diserang bajak laut. Lima menit kemudian saya coba kontak kembali, masih aktif tapi tidak direspon,” katanya.

Tak lama berselang, komunikasi pun terputus.

Beberapa hari kemudian, Santi kembali mendapat kabar dari suaminya melalui video call menggunakan ponsel kapal.

“Hari Jumat kemarin dia video call pakai HP kapal, dikasih kesempatan oleh orang kantor sama perompaknya,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved