Hingga Subuh, Warga Jalan Sultan Abdullah Makassar Antri Untuk Air Bersih

Seperti dialami sekitar 70-an Kepala Keluarga (KK) di Jl Sultan Abdullah Raya, RT 2 RW 6, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Hingga Subuh, Warga Jalan Sultan Abdullah Makassar Antri Untuk Air Bersih
muslimin emba/tribun-timur.com
Suasana antrean air bor warga Jl Sultan Abdullah 1 RW 2, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu (1/8/2019) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Musim kemarau membuat warga di utara Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kesulitan memperoleh air bersih.

Seperti dialami sekitar 70-an Kepala Keluarga (KK) di Jl Sultan Abdullah Raya, RT 2 RW 6, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Ibu RT setempat, Fitriani (31) mengungkapkan, apa yang dialami warga Jl Sultan Abdullah, nyaris tiap tahunnya terjadi. Utamanya saat memasuki musim kemarau.

"Tiap tahun begini kalau masukmi kemarau, khusus warga disini, kadang tiga hari jalan air, terus ada satu minggu (pekan) mati lagi. Jadi warga biasanya pergi ambil (beli) air di Jl Barukang dan beli lansung di tukang becak," kata Fitriani.

Harga air yang dibeli di Jl Barukang seribu rupiah per jerigen. Untuk per satu gerobak becak dengan jumlah sembilan jerigen, dibanderol seharga Rp 20 ribu.

Menurut Fitriani hal itu, terpaksa dilakukan warganya lantaran ketersediaan air yang minim.

"Tiap hari kita mau masak, minum, cuci mandi. Jadi tiap harinya itu minimal Rp 30 ribu, karena pemakaian air di rumah itu biasanya 30 jerigen per hari, itu kadang juga tidak cukup," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ramlah (29), setiap sore iya berboncengan dengan ponakannya menuju Jl Barukang untuk membeli air.

"Tiap sore saya ke barukang kasihan sama ponakan bonceng air. Itu lagi sampaiki disana tidak lansung diisi jerigenta karena harus antre," ujarnya.

Ramlah pun mengaku heran dengan aliran pipa PDAM. Sebab, kata Ramlah, aliran ke Jl Teuku Umar dan Jl Barukang tetap lancar, sementara aliran ke Jl Sultan Abdullah kerap berhenti.

Halaman
1234
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved