RILIS

Kekeringan di Bojonegoro, ACT Bantu Permudah Akses Air Melalui Pipanisasi

Tidak hanya mendistribusikan air bersih, tim ACT juga membantu pipanisasi bagi sumur-sumur warga yang kekeringan.

Kekeringan di Bojonegoro, ACT Bantu Permudah Akses Air Melalui Pipanisasi
RILIS ACT
Kekeringan di Bojonegoro - Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus mendistribusikan jutaan liter air bersih per hari di seluruh wilayah Indonesia. Dusun Jiwo, Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu wilayah menjadi target distribusi. 

BOJONEGORO – Merespon kondisi kekeringan yang terjadi hampir di seluruh provinsi Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus mendistribusikan jutaan liter air bersih per hari di seluruh wilayah Indonesia.  

Dusun Jiwo, Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu wilayah menjadi target distribusi.

Tidak hanya mendistribusikan air bersih, tim ACT juga membantu pipanisasi bagi sumur-sumur warga yang kekeringan.

Saat ini, beberapa sumur kecil lain yang ada di sekitar sumur besar andalan warga, sudah tidak mengalirkan air sama sekali.

“Kalau warga di dusun bagian atas, biasanya membuat kelompok. Jadi nanti ada yang bertugas mengambil air untuk dipakai bersama. Kadang-kadang ada 10 orang. Begitu juga dusun bagian bawah, kalau memang titik-titik sumber air yang kecil-kecil itu habis, mereka ambil airnya juga ke sini karena inilah pilihan terakhir,” kata Sunarto salah satu warga di sana seperti rilis ACT yang diterima Tribun, Kamis (29/8/2019).

Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap (ACT) memudahkan warga desa bagian atas ini semenjak Januari lalu. Pipanisasi terbentang dari sumur besar di desa bawah agar bisa dialirkan ke desa atas dan ditampung di sebuah toren yang terletak di dalam Masjid Dusun Jiwo. Tidak hanya itu, sebuah MCK juga dibangun kala itu dan semuanya masih berfungsi hingga kini.

“Mudah-mudahan ke depannya pipanisasi ini bisa membantu kekurangan air. Khususnya daerah bagian atas desa. Jadi, tidak perlu lagi repot-repot mengambil ke sini (sumur besar) cukup di atas sana aja. Karena jaraknya dari atas ke bawah itu kurang lebih 500 meter,” harap Sunarto.

Selain untuk keperluan jemaah masjid dan memenuhi kebutuhan ratusan keluarga, air tersebut juga sering digunakan untuk keperluan sekolah yang terletak di seberang masjid.

Anak-anak SD yang berada di sekitar sana kerap mengambil air di masjid itu untuk kebutuhan mereka.

“Kadang kalau disuruh bapak dan ibu guru cari air, ya ambilnya dari Sumur Wakaf juga. Misalnya untuk menyiram bunga dan untuk cuci tangan, mereka mengambilnya di situ. Sebelum adanya pipanisasi dari Global Wakaf - ACT, mereka cari airnya di sumur besar ini juga, kadang bawa jeriken gitu. Tapi akhir-akhir ini sudah mulai berkurang semenjak adanya pipanisasi ini,” kata Sunarto.

Halaman
12
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved