BMKG Stasiun Maros Buka Pelatihan SLI di Bantaeng, Ini Tujuannya
Dihadiri Kepada stasiun klimatologi kelas 1 Maros Hartanto, Kadis Pertanian Bantaeng Abd Azis, Kepala Bidang Penyuluhan Jeneponto Noer Ibrah Ibrahim d
Penulis: Nurwahidah | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNBANTAENG.COM, BENTAENG-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Stasiun Klimatologi Maros menggelar pelatihan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap 2.
Pelatihan berlangsung di Hotel Kirei, Kecamatan Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (29/8/2019) pagi.
Temukan Kerbau Diduga Hasil Curian, Warga Pammana Lakukan Ini
TRIBUNWIKI: Peristiwa Perceraian Pangeran Charles dan Lady Diana dari Inggris, Akibat Ada Pelakor
Klub Penari Telanjang Diberondong, 25 Meninggal, Kantor Kejaksaan Disebut-sebut
Kapolres Gowa Larang Anggotanya Pungli pada Operasi Patuh 2019
Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung vs PSS Sleman, Nick Kuipers, Kevin dan Omid Nazari Bisa Main
SLI digelar BMKG selama tiga hari, untuk mengantisipasi dampak fenomena iklim ektsrim terhadap tanaman pangan.
Dihadiri Kepada stasiun klimatologi kelas 1 Maros Hartanto, Kadis Pertanian Bantaeng Abd Azis, Kepala Bidang Penyuluhan Jeneponto Noer Ibrah Ibrahim dan Kepala BPBD Bantaeng.
Sementara peserta dari penyuluh pertanian Dinas Pertanian Bantaeng dan penyuluh Dinas Pertanian Jeneponto.
Hartanto menuturkan bahwa pelatihan bertujuan memberikan pemahaman dan informasi mengenai produk BMKG, agar masyarakat khusus petani bisa dapat informasi yang benar.
Dia berharap kegiatan ini bisa diimplementasikan kepada petani untuk meningkatkan SDM pertanian di Bantaeng dan Jeneponto, serta Sulawesi Selatan secara umum. Apalagi di Sulsel sering terjadi kondisi ekstrem, sehingga perlu adanya antisipasi.
"Mengingat kondisi iklim yang sering berubah makanya diharapkan para petani, tetap meningkatkan pemahaman informasi,"tuturnya.
Azis mengaku sangat bangga adanya kegiatan tersebut, dan pesertanya adalah para penyuluh.
"Apalagi informasi tentang iklim bisa sampai dikelompok petani. Nantinya teman penyuluh ini akan mengawal bagaimana pelaksanaan sekolah iklim di Bantaeng, tuturnya.
Menurut Ibrahim kegiatan seperti ini sangat jarang dilaksanakan. Selama ini yang biasa dilakukan terkait pengendalian hama terbaru dan budidaya tanaman.
"Para penyuluh dari Jeneponto ini memiliki semangat yang besar dan berharap ilmu yang didapatkan hari ini bisa, sampai kepada para petani di Jeneponto,"tuturnya.
Laporan Wartawan Tribunbantaeng.com, Nurwahidah, instagram: @ nur_wahidah_saleh
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bmkg-stasiun-klimatologi-maros.jpg)