Anggota Paskibra Cantik ini Hilang Seusai Upacara Pengibaran Bendera 17 Agustus, Cek Kronologinya
Anggota Paskibra Cantik ini Hilang Seusai Upacara Pengibaran Bendera 17 Agustus, Cek Kronologinya
Anggota Paskibra Cantik Nira Damayanti Hilang Seusai Upacara Pengibaran Bendera 17 Agustus, Cek Kronologinya
TRIBUN-TIMUR.COM - Gadis anggota pasukan pengibar bendera ( Paskibra) asal Desa Waru, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menghilang tanpa jejak, sejak selesai upacara pengibaran bendera 17 Agustus.
Hingga hari ini, Rabu (28/8/2019), sudah mencapai satu pekan, Anggota Paskibra ini sudah dinyatakan menghilang
Gadis Paskibra ini bernama Nira Damayanti (15), siswi kelas 1 SMK Bhina Mulya, Blora.
Nira, sapaannya, mulai menghilang usai bertugas pada upacara penurunan bendera di Stadion Kridaloka, Kecamatan Jepon, Blora, Sabtu (17/8/2019) lalu.
Nira yang tak kunjung juga pulang ke rumah praktis membuat khawatir pihak keluarga.
Baca: Daftar 7 Anggota Paskibra 17 Agustus yang Meninggal Dunia Mendadak, Aurelia Bukan yang Pertama
Baca: KRONOLOGI Bos Taksi Malaysia Tolak Gojek & Sebut Indonesia Negara Miskin, Nasibnya Kini, Cek Video
Kedua orangtua Nira pun sudah melaporkan kasus hilangnya putri ketiga dari tiga bersaudara tersebut ke Mapolsek Jepon.
Ayah Nira, Sudiran, menyampaikan, sebelum menghilang, putrinya tersebut termasuk salah satu anggota Paskibra yang bertugas di Stadion Kridaloka, Jepon.
Pada pagi, Nira mengikuti upacara bendera, pun demikian pada sore, Nira juga mengikuti upacara penurunan bendera.
Namun selepas upacara penurunan bendera, Nira sudah tidak diketahui keberadaannya.
"Sekitar jam 6 petang saya ditelepon dan disuruh jemput oleh gurunya, tapi sesampainya di sana Nira sudah tidak ada. Bahkan saya tunggu sampai jam 9 malam juga tak ada kabar," tutur Sudiran saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/8/2019) malam.
Baca: Innalillah, Satu Jamaah Haji Asal Bone Meninggal di Mekkah
Baca: HEBOH! DJ Seksi Bebby Fey Ngaku Bersetubuh dengan Youtuber Muda di Hotel, Geby Vesta Sebut Nama Atta
Berteman dengan anak jalanan
Dijelaskan Sudiran, sejauh ini Nira tidak pernah memiliki masalah dengan keluarga.
Hanya saja, sambung Sudiran, sejak duduk di bangku SMP, Nira sudah sering tak pulang ke rumah karena pergaulan yang kurang etis.
Nira berkumpul dan berteman dengan anak-anak jalanan di Blora.
"Sudah sering dinasihati tapi membandel. Kalau dulu biasanya mentok tiga hari tidak pulang, tapi ini hampir dua minggu. Infonya sih di Jawa Timur dan ada info di Grobogan. Ya Allah, kamu kemana toh, Nduk ?" kata tukang sapu ini.
Kini, pihak keluarga berharap Nira bisa segera pulang ke rumah.
Pihak keluarga Nira juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian, pihak sekolah dan panitia Paskibra Jepon, namun kabar baik itu tak kunjung tiba.
"Semoga kepolisian bisa segera menemukan anak saya. Kami semua kangen dan khawatir," ucapnya.
Tak masuk sekolah
Guru SMK Bhina Mulya, Blora, Sugiono, mengatakan, Nira sudah tidak masuk sekolah sejak Senin (19/8/2019) hingga saat ini.
Pihak sekolah pun sudah berupaya menelusuri keberadaan Nira melalui keterangan teman-temannya, namun putrinya belum juga ditemukan.
"Sampai saat ini belum masuk sekolah dan belum ada kabar," ujarnya. Kapolsek Jepon, AKP Sudarno, menerangkan, pihak kepolisian sudah diterjunkan ke lapangan untuk mencari keberadaan Nira.
Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Meski demikian, Nira belum juga diketahui keberadaannya.
"Dari hasil keterangan yang kami kumpulkan, Nira diduga ikut anak-anak berandalan. Kami masih mencari keberadaannya. Semoga segera ditemukan dan kembali ke pelukan orang tuanya," kata Sudarno.
Berikut ini kami rangkum kisah-kisah Paskibra 17 Agustus 2019 yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat:
1. Pembawa Baki Tertusuk Paku
Seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) putri di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng) tertusuk paku saat bertugas mengibarkan bendera, Sabtu (17/8/2019).
Paku berkarat ukuran 7 cm itu, menembus sepatu hingga menusuk kaki anggota Paskibraka putri bernama Dina Nursadilah Toadji.
Siswa SMAN 1 Petasia, Morowali Utara ini, bertugas sebagai pemegang baki bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-74 RI.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon Sabtu sore, Dina menceritakan kejadian itu.
Ia menjelaskan bahwa musibah tersebut dialaminya ketika berlangsungnya upacara di lapangan kantor Bupati Morowali Utara.
Sepatu khusus milik Dina tertusuk paku berkarat dan menembus kaki sebelah kanan.
Ia merasakan sakit ketika usai pengibaran.
"Dari depan tribun saya rasa sakit di kaki," katanya.
Namun jiwa patriotis serta profesionalis membuat Dina bertahan.
Tapi lama-kelamaan rasa sakit kian menggangunya karena jarak dari tribun sampai ke tempat barisan awal cukup jauh.
Ia pun yakin bahwa yang diinjaknya bukan batu melainkan paku.
Dina berusaha tetap fokus, konsentrasi dan berusaha tidak menunjukkan rasa sakit kepada teman-temannya.
"Alhamdullilah tugas bisa saya tunaikan bersama teman-teman," jelas Dina.
Dina akhirnya terjatuh dan membuka sepatunya ketika kembali ke posoisi awal barisan.
Kepanikan pun terjadi saat darah mengucur dari kakinnya.
Dina pun segera mendapat pertolongan dari petugas medis, dan dilarikan ke RS Kolonodale.
"Alhamdulillah sekarang lukannya tidak infeksi, saya mendapat perawatan yang baik,"pungkasnya.
2. Herodes Jatuh saat Panjat Tiang
Anggota Paskibra asal Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur ( NTT ), terjatuh dari atas tiang bendera saat upacara penurunan bendera Merah Putih, Sabtu (17/8/2019) sore.
"Dia pengerek bendera, terjatuh saat hendak memperbaiki tali bendera yang tersangkut," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast kepada Kompas.com, Sabtu tengah malam.
Kejadian itu, kata Jules, bermula saat upacara penurunan bendera dilaksanakan di Lapangan Desa Alemba, Kecamatan Lembur, pukul 15.45 Wita.
Pada saat pelaksanaan acara penurunan bendera Merah Putih oleh pasukan Paskibra Kecamatan Lembur, tali pengait bendera terjepit di ujung tiang atas.
Akibatnya, seorang anggota Paskibra yang bertugas sebagai pengerek bendera merah putih kesulitan untuk menurunkan bendera.
Melihat itu, Herodes Maukesa yang merupakan salah satu petugas pengerek bendera Merah Putih lalu berinisiatif memanjat tiang bendera.
Namun ketika hendak mencapai bendera, tiang yang tingginya mencapai puluhan meter itu pun patah, sehingga Herodes Maukesa terjatuh dan langsung pingsan.
Siswa kelas II SMA Negeri Alemba itu pun kemudian dilarikan ke Puskesmas Lembur.
"Kondisinya sudah membaik dan sudah siuman," kata Jules.
Video jatuhnya Herodes Maukesa dari tiang bendera viral di media sosial.
3. Paskibra Pematangsiantar Menangis Lagi
Masih ingat kisah Paskibra Kota Pematangsiantar Sumut 2018 lalu yang gagal menaikkan bendera?
Saat lagu Indonesia Raya mulai awal hingga akhir dikumandangkan, bendera tak kunjung naik ke atas. Bendera terpaku hanya dipegang oleh anggota Paskibraka. Melihat hal ini, para pelatih Paskibraka mulai gusar.
Para pelatih pasukan pengibar bendera pun langsung berlari menghampiri tiang bendera dan membantu para petugas Paskibraka.
Kegagalan paskibra 2018 rupanya menghantui paskibra pematangsiantar tahun 2019.
Makanya ketika mereka sukses mengibarkan bendera mereka pun menangis.
Namun tangis kali ini adalah tangis haru karena sukses.
4. Audri masih hilang hingga kini
Hingga hari peringatan 17 Agustus 2019 nasib Paskibra Bogor Audri Viranti Islanda masih misterius.
Audri menghilang sejak 29 Juli 2019.
Saat itu, Audri Viranti Islanda sempat pamit pergi belajar kelompok di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat.
Paman Audri Viranti Islanda, Ahmad Farhan, menceritakan, setelah pamit, Audri Viranti Islanda beranjak pergi menggunakan sepeda motor ke depan komplek perumahan Coco Garden Cluster Modesta ditemani sang ibu.
Setelah sampai di depan pintu keluar, Audri Viranti Islanda lantas menunggu angkutan umum yang biasa ditumpanginya.
Selang beberapa menit angkot tak kunjung datang hingga akhirnya Audri Viranti Islanda meminta orangtuanya untuk pulang ke rumah karena kondisi cuaca panas.
"Ma, pulang saja enggak papa, Audri di sini saja. Akhirnya mamanya meninggalkan Audri tanpa firasat buruk karena sudah dianggap aman. Apalagi itu kondisi ramai di depan komplek," ungkapnya kepada Kompas.com lewat sambungan telepon, Rabu (14/8/2019).
Namun, hingga malam harinya, Audri Viranti Islanda pun tak kunjung pulang.
5. Nasib Koko Ardianyah
Koko Ardiansyah mengaku sedih dan kecewa.
Pasalnya, dia sudah mengikuti beberapa tahapan untuk bisa mengibarkan bendera merah putih pada perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti di Kabupaten Labuhan Batu.
Bahkan dia sudah melewati tes fisik dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB).
Dalam pengumuman pun namanya pun tertera di urutan nomor 29.
Dari situ kemudian dia ikut dalam pengukuran baju dan sepatu.
Namun saat pengumuman untuk karantina, namanya sudah tidak ada lagi.
"Saat itu saya tidak tahu siapa yang menggantikan saya, sekarang saya sudah tahu siapa," katanya dalam video yang diunggah pada Selasa (13/8/2019).
Namun nasib baik Koko Ardiansyah karena diundang ke Istana oleh presiden Jokowi.
Koko ke Istana untuk mengikuti acara ramah tamah Presiden bersama Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara Sabtu sore.
Koko bahkan bertemu dan berfoto bareng Jokowi.
6. Posisi Aurelia dikosongkan
Formasi Pasukan Pengibar Bendera atau Paskibra dalam Upacara HUT ke-74 RI yang digelar Pemerintah Kota Tangerang Selatan tampak berbeda.
Ada satu posisi kosong tanpa diisi anggota Paskibra. Posisi kosong tersebut ternyata seharusnya diisi oleh Aurellia Qurratu Aini.
Aurell, Paskibra Tangerang Selatan 2019 meninggal saat menjalani pelatihan.
Sempat berhembus kabar jika Aurellia Qurratu Aini meninggal setelah dianiaya dan kerasnya latihan dari senior.
Namun, itu tidak ada bukti. Polisi kemudian menghentikan penyelidikan setelah tidak menemukan adanya unsur pidana.
Dikutip dari Kompas.com, Ni Komang Rika yang menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih mengaku sedih bertugas tanpa Aurell.
"Sebenernya posisi Aurell itu dekat dengan saya (saat latihan). Pasti dengan tidak adanya dia saat hari H ini saya sangat sedih. Karena kosong aja," kata Ni Komang saat ditemui di Lapangan Cilenggang, Serpong Tangsel, Sabtu.
Bagi Ni Komang Rika, Aurell merupakan sosok yang baik dan mudah bergaul.
Meski berasal dari sekolah yang berbeda, pelajar SMA Negeri 3 Tangsel tersebut merasa seperti sudah mengenal lama Aurell.
"Aurell, dia itu sosok yang baik berteman dengan siapa aja. Seperti saya beda sekolah seperti kenal sudah lama. Dekat," sambungnya.
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany sempat mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Aurell saat memberikan pidato.
"Di tengah upacara ini kita juga dilanda duka atas meninggalnya Paskibraka Tangerang Selatan Aurellia Qurratuaini. Dari khususnya pemerintah kota Tangerang Selatan mengucapkan turut berbelasungkawa," katanya Airin dalam sambutannya.
Aurell meninggal dunia pada masa pelatihan paskibraka untuk upacara HUT RI 2019.
Pelajar kelas XI MIPA 3 SMA Islam Al Azhar BSD tutup usia di kediamannya di Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang.
7. Dua Pemuda Palopo Nekat Terobos Barisan Paskibra
Dua pemuda di Kota Palopo menerobos barisan Paskibra yang telah siap melakukan penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Sabtu (17/9/2019).
Kedua pemuda yang berinisial AR dan AM itu tiba-tiba saja berlari menuju barisan Paskibra yang telah siap menjalankan tugasnya.
Kanit Reskrim Polsek Wara, Ipda A Akbar mengatakan, kedua pemuda itu sempat menabrak barisan pendamping Paskibra.
Barisan itu diisi oleh personel TNI dan Polri.
Setelah menerobos barisan, kedua pemuda tersebut sempat lari hingga akhirnya bisa diamankan.
"Kita sudah amankan. Sebelumnya sudah ada peringatan dilarang lewat dilokasi itu. Namun kedua tetap nekad menerobos menggunakan sepeda motor," jelasnya.
Setelah diamankan, ternyata kedua pemuda tersebut dalam keadaan mabuk. Pengakuannya kepada polisi mereka telah minum tuak (ballo).
"Keduanya sudah minum ballo. Saat ini kami amankan di Polsek Wara," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Misteri Hilangnya Gadis Paskibra usai Upacara Penurunan Bendera", https://regional.kompas.com/read/2019/08/28/19160711/misteri-hilangnya-gadis-paskibra-usai-upacara-penurunan-bendera?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nira-damayanti-paskibra.jpg)