VIDEO: Suasana Pasar Tempe Lima Hari Pasca Terbakar

Namun, sebagian pedagang sudah berjualan dan menempati lokasi pembangunan lapak sementara.

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Lima hari pasca terbakarnya Pasar Tempe, pemerintah Kabupaten Wajo masih membangun lapak sementara di sekitar bangunan pasar, Rabu (28/8/2019).

Namun, sebagian pedagang sudah berjualan dan menempati lokasi pembangunan lapak sementara.

Salah satu pedagang korban Pasar Tempe, Alimuddin pun belum mengetahui pasti kapan lapak sementara tersebut akan ditempati.

"Sudah serahkan (foto copy SIPT), katanya nanti dibagikan ke pedagang dengan cara dilotre," katanya.

Menurutnya, para pedagang belum dibolehkan untuk berjualan lantaran proses pembangunan lapak sementara masih berlangsung.

Stikes Gunung Sari Makassar Mewisuda 113 Sarjana dan Ahli Madya, Ini 3 Lulusan Terbaik dari 3 Prodi?

Polemik Bendungan Paselloreng, Warga Tagih Biaya Ganti Rugi

LENGKAP Bocoran Spesifikasi Oppo Reno 2, Resmi Dirilis Besok Kamis 29 Agustus 2019

TRIBUNWIKI: Profil 12 Selebriti Asal Kalimantan Timur, Ibu Kota Baru Indonesia

"Sebenarnya belum bisa jualan karena ini (lapak sementara) masih dikerja, tapi tidak bisa dilarang karena ini soal hidup," katanya.

Meski belum jelas kapan lapak sementara tersebut jadi, dirinya berharap pemerintah betul-betul meralisasikan komitmennya untuk menggratiskan pembangunan lapak sementara.

"Semoga betul-betul gratis, kita harap pemerintah bisa membantu kita, biaya ganti rugi atau apalah," katanya.

Dari pantauan Tribun Timur, sebelah utara dan selatan bangunan Pasar Tempe, Jl Andi Parenrengi dan Jl Bau Munawarah, sudah berdiri lapak-lapak baja yang dibangun Pemda. Sebelah barat, proses pembangunan masih berlangsung.

Tak melulu mulus, warga sekitar pun sebagian menolak pembangunan sementara lapak tersebut di tengah jalan yang notabenenya adalah akses umum.

"Kami sangat menyayangkan adanya keputusan sepihak dari pemerintah daerah, yang mendirikan pasar alternatif di badan jalan tanpa meminta pertimbangan masyarakat yang tinggal di daerah itu," kata salah seorang warga sekitar, Edil Adhar.

Pasar Tempe sendiri, yang beroperasi berkisar tahun 1960-an, beroperasi pada hari Minggu dan Rabu. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Stikes Gunung Sari Makassar Mewisuda 113 Sarjana dan Ahli Madya, Ini 3 Lulusan Terbaik dari 3 Prodi?

Polemik Bendungan Paselloreng, Warga Tagih Biaya Ganti Rugi

LENGKAP Bocoran Spesifikasi Oppo Reno 2, Resmi Dirilis Besok Kamis 29 Agustus 2019

TRIBUNWIKI: Profil 12 Selebriti Asal Kalimantan Timur, Ibu Kota Baru Indonesia

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved