AMMK: Terdakwa Perambahan Hutan di Gowa Korban Kriminalisasi

Koordinator Aliansi, Firdaus, menilai, kegiatan yang dilakukan keenam masyarakat adat tersebut tidak termasuk aktivitas

AMMK: Terdakwa Perambahan Hutan di Gowa Korban Kriminalisasi
ari maryadi/tribungowa.com
Keenam terdakwa dalam kasus perambahan hutan di Dusun Matteko Desa Erlambang Kecamatan Tombolopao. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Enam masyarakat adat Dusun Matteko, Desa Erlembang, Kecamatan Tombolopao, Gowa, dinilai menjadi korban kriminalisasi dalam kasus perambahan hutan. Hal itu diungkapkan oleh Aliansi Masyarakat Menjemput Keadilan (AMMK).

Koordinator Aliansi, Firdaus, menilai, kegiatan yang dilakukan keenam masyarakat adat tersebut tidak termasuk aktivitas perambahan hutan. Melainkan hanya bentuk kerja bakti.

Menurutnya hal itu merujuk kepada Undang-undang No. 18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan (P3H).

"Masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan tidak dapat dipenjarahkan maupun dikriminalisasi, karena aktivitas yang mereka lakukan adalah gotong royong," katanya kepada Tribun Timur, Senin (26/8/2019).

Ia melanjutkan, keenam masyarakat adat tersebut tidak mengambil keuntungan maupun mengomersialkan pohon pinus tersebut untuk kepetingan pribadi.

Seharusnya, kata Firdaus, pasal 1 poin 6 semestinya menjadi landasan dalam menetapkan status hukum ke enam orang masyarakat adat matteko tersebut.

Aliansi Masyarakat Menjemput Keadilan menyampaikan, keberatannya atas persangkaan yang dilakukan oleh arapat Polres Gowa sebelumnya.

Polisi ketika itu menyebut jika keenam masyarakat adat tersebut telah melakukan perambahan hutan untuk mengambil keuntungan secara ekonomis.

"Data yang dikeluarkan dan hasil BAK oleh kapolres Gowa ini tidak berdasarkan fakta di lapangan," katanya.

"Karena ke enam orang masyarakat adat Matteko tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari aktivitas ini."

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved