Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Ini Profil Mira Lesmana, Sutradara Wanita Indonesia
Pada tahun 1999 Lesmana memulai debut film fitur-nya dengan Kuldesak, yang ia sutradarai bersama dengan Riza Mantovani, Riri Riza dan Nan Triveni.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Petisi kelompok itu pada akhirnya tidak berhasil. Juga pada tahun 2006 ia memproduksi Garasi (Garage), sebuah film yang dibintangi Aries Budiman, Ayu Ratna, dan Fedi Nuril.
Para pemain bersatu kembali untuk membentuk band Garasi pada tahun 2007, yang merupakan salah satu tindakan pertama yang ditandatangani oleh perusahaan rekaman baru Lesmana, Miles Music.
Tahun itu ia menghasilkan 3 Hari Untuk Selamanya (3 Hari untuk Selamanya); soundtrack film ini diproduksi oleh Float, band lain di Miles Music.
Pada 2008 Lesmana memproduksi film Laskar Pelangi (Rainbow Troops), sebuah adaptasi dari novel Andrea Hirata 2007 dengan nama yang sama.
Pada tahun yang sama ia terus menekan undang-undang sensor film baru, yang berakhir dengan pemerintah mengeluarkan undang-undang baru pada tahun 2009.
Tahun berikutnya ia memproduksi Sang Pemimpi (The Dreamer), sekuel Laskar Pelangi berdasarkan novel dengan nama yang sama.
Pada 2010 Lesmana menulis dua puluh lagu untuk adaptasi panggung musikal Laskar Pelangi, sebuah proyek yang juga melibatkan Erwin Gutawa, Jay Subiyakto, dan Hartandi.
Atambua 39 ° Celcius, sebuah film tentang pengungsi yang tinggal di Atambua, mulai syuting pada 2012.
Film ini sebagian didanai melalui dana kerumunan dan ditayangkan perdana di Tokyo International Film Festival. Tahun berikutnya, ia merilis Sokola Rimba yang memenangkan Film Terbaik di Maya Awards.
Produksi Lesmana yang paling mahal hingga 2017 adalah Pendekar Tongkat Emas (The Golden Cane Warrior; 2014), sebuah film seni bela diri yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah. Dibintangi Eva Celia, Nicholas Saputra, dan Reza Rahadian, itu diperkirakan memiliki anggaran 25 miliar rupiah.
Pada 2016, Lesmana memproduksi Ada Apa dengan Cinta? 2 (Ada Apa dengan Cinta? 2;), sekuel Ada Apa dengan Cinta. Seperti pendahulunya, film ini menjadi hit dengan penonton, dan pada Juni 2016 telah ditonton oleh lebih dari 3,6 juta orang.
Juga di tahun yang sama, Lesmana merilis Athirah (Emma '(Mother), sebuah film yang terinspirasi oleh kehidupan ibu Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla. Film ini memenangkan Penghargaan Citra dan Penghargaan Maya untuk Film Terbaik dan telah diputar di beberapa festival film internasional dengan ulasan positif.
Biodata
Nama lahir: Mira Lesmanawati
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 8 Agustus 1964
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/11112018_miles.jpg)