PKM Unimerz di Kabupaten Maros Diikuti Guru dan Murid PAUD

diharapkan pendidik mampu menerapkan metode bermain dan belajar, wajudnya adalah membuat aplikasi dan mengimplementasikan game berdasarkan spesikasi

PKM Unimerz di Kabupaten Maros Diikuti Guru dan Murid PAUD
tribunmaros.com
Universitas Megarezky Makassar melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dibiayai oleh Kemenristekdikti dengan judul Pembelajaran Bahasa Inggris dengan animasi pada Guru dan Siswa Taman Kanak Kanak Kabupaten Maros 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM, - Universitas Megarezky Makassar melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dibiayai oleh Kemenristekdikti dengan judul Pembelajaran Bahasa Inggris dengan animasi pada Guru dan Siswa Taman Kanak Kanak Kabupaten  Maros.

Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari, 20 hingga 22 Agustus 2019, dengan tim pelaksana Sukmawati SS, M.Pd, dan Bellona Mardhatillah Sabillah, S.Pd, M.Pd.

Sukmawati mengatakan PKM tersebut bertujuan untuk pengembangan, peningkatan minat belajar serta peningkatan kualitas bahasa inggris (soft skill).

Beberapa metode yang digunakan dalam pengabdian pada masyarakat (PPM) ini adalah metode tanya jawab dan diskusi untuk mengetahui pengetahuan secara umum para peserta didik terhadap buku bergambar dan teknologi pendukungnya.

Metode ceramah digunakan pada saat penyajian materi-materi yang berbentuk pengetahuan dan pemahaman teoritis tentang perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang digunakan beserta maintenance yang bisa dilakukan.

Metode demonstrasi digunakan untuk memberikan dan memperagakan langkah-langkah dalam pembuatan aplikasi game.

Metode simulasi metode ini digunakan untuk memperlihatkan hasil dari suatu aplikasi game dan keberhasilan dari fungsi-fungsi atau fitur dari aplikasi yang telah diimplementasikan.

Target yang ingin dicapai dalam pengabdian pada masyarakat (PKM) target pertama adalah tercipta kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan serta menarik berdasarkan kemampuan mengorganisasi konsep cerita.

Metode tersebut meliputi cerita, dongeng, dan materi, serta metode ke dalam bentuk game.

“Yang bertahap atau tidak dengan memanipulasi suara, gambar, warna objek dan teks yang ada pada aplikasi autoplay dengan pertimbangan yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik anak usia dini,” kata Sukmawati, Jumat (23/8/2019).

Selain itu diharapkan pendidik mampu menerapkan metode bermain dan belajar, wajudnya adalah membuat aplikasi dan mengimplementasikan game berdasarkan spesikasi teknologi dan framework sistem operasi. 

Dijelaskan game memiliki objek gambar, objek suara, label dan objek, dapat digerakan dan memiliki tahap atau akhir. Perancangan game dari warna tulisan, warna gambar objek, latar, suara atau animasi didesain.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved