Koordinator Kabupaten Bantaeng Klarifikasi Dugaan Manipulasi Data PKH

Dugaan itu tertuju kepada salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Nani (44) beralamat di Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Koordinator Kabupaten Bantaeng Klarifikasi Dugaan Manipulasi Data PKH
Kasmiati
Suasana penyaluran PKH di Bisappu Bantaeng 

TRIBUNBANTAENG.COM, BENTAENG-Kordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Bantaeng Kasmiati Saleh, mengklarifikasi adanya dugaan manipulasi data dalam bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Dugaan itu tertuju kepada salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Nani (44) beralamat di Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Gubernur Tiba, Akhirnya Kerusakan Jalan di Kiatang Tana Toraja Diperbaiki

Padahal Ikut Bimbingan Calon Pengantin bersama Calon Suami, Lia Yulrifa Ditemukan Tewas Gantung Diri

Indonesia Punya Juara Dunia Tinju, Tibo Monabesa! Pemuda 22 Tahun, Mantan Kuli dan Sopir Angkot

5 Keistimewaan dan Keutamaan Membaca Surah Al Kahfi Setiap Hari Jumat, Ini Hadist-hadistnya!

Rusak Parah, Jalan Penghubung Kecamatan di Jeneponto Tak Kunjung Diperbaiki

Kasmiati menuturkan bahwa Nani diawal terdaftar sebagai KPM PKH kohort 2017 dan mulai menerima bantuan tahun 2018 tahap satu dan hanya satu anaknya yang memenuhi komponen sebagai persyaratan kepesertaan PKH, bernama Rizal  pada waktu itu (awal validasi data).

"Walaupun pada kenyataannya Nani memiliki dua anak, tapi tidak semua anaknya bisa di masuk sebagai penerima PKH, karena Putri pada saat validasi data dilakukan diawal kepesertaan PKH, sedang tidak bersekolah (menganggur) sehingga tidak masuk dalam sistem," katanya kepada Tribunbantaeng.com, Jumat (23/8/2019).

Suasana penyaluran PKH di Bisappu Bantaeng
Suasana penyaluran PKH di Bisappu Bantaeng (Kasmiati)

Sementara itu saat Nani ditemui dirumahnya oleh Pendamping PKH Kecamatan Uluere.

Nani memberikan penjelasan sekaitan haknya sebagai peserta PKH.

" Saya mulai masuk sebagai peserta PKH pada tahun 2018. Pada penerimaan pertama, kedua dan ketiga Rp 500 ribu. Penerimaam keempat Rp 250 ribu,"kata Nani.

Sehingga bantuan ini untuk anaknya bernama Rizal yang masih SMP.

"Saya sendiri yang pegan itu ATM,  tapi kalau mau tarik uang, saya minta tolong dengan Caya, karena saya tidak tahu cara menarik uang di ATM,"tuturnya.

Berikut ini jumlah uang  diterima Nani pada tahun 2018,

Halaman
123
Penulis: Nurwahidah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved