RILIS

Ekonom Unisba: Riset Bappenas Bukti Program Pertanian Berkontribusi Paling Besar Membangun Negara

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas ) telah merilis hasil riset tentang

Ekonom Unisba: Riset Bappenas Bukti Program Pertanian Berkontribusi Paling Besar Membangun Negara
DOK KEMENTAN RI
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba, Rabiatul Adwiyah 

Kedua, alumnus Institut Pertanian Bogor ( IPB ) ini menegaskan berdasarkan Global Food Security Index 2018, peringkat ketahanan pangan Indonesia membaik yakni dari 72 di tahun 2014 menjadi 65 di tahun 2018 dari 113 negara.

Data ini tentunya didukung fakta, dimana penyediaan makanan bagi masyarakat dan bahan baku bagi beberapa industri, sehingga tidak terjadi gejolak harga.

Kondisi ini dibuktikan oleh data BPS yang menyebutkan terjadi penurunan inflasi bahan makanan yakni dari tahun 2013 sebesar 11,71 persen menjadi 1,26 persen di tahun 2017.

"Kedua fakta ini merupakan contoh nyata ketersediaan pangan kita berhasil dijamin pemerintah. Hal ini terjadi salah satunya karena belanja barang Kementan benar-benar efektif dan tepat dalam memacu peningkatan produksi," kata Rabiatul Adwiyah menegaskan.

Karena itu, Rabiatul Adwiyah mengharapkan, melalui rentetan keberhasilan ini dan merujuk hasil riset Bappenas, agar pembangunan pertanian ke depan dapat berkelanjutan dalam periode berikutnya, Kementan minimal harus dinakhodai oleh pemimpin seperti saat ini.

Baca: Kementan Minta Kepala Daerah Alokasikan APBD Untuk Cadangan Pangan

Tidak hanya sekedar teori, tapi hasil nyatanya jelas memberikan kemaslahatan seluruh umat.

“Jika hal di atas terjadi, bukan sesuatu yang mustahil jika pertumbuhan ekonomi 7 persen dapat diwujudkan dan nilai gini ratio Indonesia semakin mengecil. Apalagi pengurusan izin ekspor dan apapun di Kementan saat ini sudah berbasis online dan satu pintu. Kemajuan bisnis pertanian pun saat ini patut apresiasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Negara dan Analisis Moneter, Bappenas, Boediastoeti Ontowirjo mengatakan program Kementan berhasil memacu pertumbuhan ekonomi di daerah lewat belanja alat mesin pertanian (alsintan) dan input produksi. Belanja ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian yang dipimpin Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Dalam perencanaan ke depan, belanja barang yang produktif dapat menjadi terobosan ketimbang belanja modal untuk diterapkan di semua kementerian dan lembaga, sehingga belanjanya lebih kualitatif yakni menumbuhkan perekonomian sektoral daerah dan mengatasi ketimpangan daerah," katanya menjelaskan.(rilis)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved