Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejak jadi Binaan BBIHP, Agro Industri Gowa Banjir Orderan

Sejak menjadi binaan BBIHP dan dibiayai Kemenristekdikti 2018, Agro Industri Gowa mulai dikenal masyarakat.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Sudirman
Sukmawati/Tribun Timur
Owner Agro Industri Gowa, Ernawati saat mengikuti Business Matching gelaran BBIHP, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Salah satu binaan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP), Agro Industri Gowa kini berkembang pesat.

Sejak menjadi binaan BBIHP dan dibiayai Kemenristekdikti 2018, Agro Industri Gowa mulai dikenal masyarakat.

Produk yang ditawarkan mulai dari kopi hitam, kopi hijau, kopi seduh, masker kopi tidak hanya dipasarkan di wilayah Sulsel saja.

VIDEO: Suasana Unjuk Rasa Pelajar SMAN 1 Parepare

Morik Petani Pasolokan Lutra Tewas Ditebas Oknum ASN

Intip Hasil Karya Napi Narkoba di Rutan Kelas II B Pangkep, Cantik dan Dijual

Aneka varian kopi ini sudah merambah hingga ke Jawa hingga ke luar negeri.

Dalam waktu dekat, produknya akan diekspor ke Thailand.

Demikian disampaikam Ernawati selaku owner Agro Industri Gowa.

Ia mengaku, mendapatkan peluang besar mengembangkan usahanya sejak bergabung pada Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) ini.

"Dulu sebelum ada program ini, semua serba manual kan. Kopinya juga hanya dua jenis, kemasannya juga biasa saja sehingga kurang menarik," katanya pada Tribun Timur di sela-sela Business Matching gelaran BBIHP, Selasa (20/8/2019).

Di 2016 hingga 2017, Erna hanya mampu menjual ratusan picis per bulan.

LAGI VIRAL Gadis 27 Tahun Dinikahi Pria 83 Tahun, Ternyata ini Profesi si Kakek, Awal Pertemuannya

Hati-hati Melintasi Jalan Makam Pahlawan Bulukumba, Ada Pengerjaan Jembatan

"Sekarang sudah ribuan picis terjual di setiap bulannya," ujarnya.

"Karena kan memang jenis produk sudah bertambah, kemasannya juga sudah bagus ditambah kita didampingi, diberi edukasi sehingga menjadi inovatif dalam berjualan meskipun saingan di mana-mana," tambahnya.

Erna mengungkapkan, ke depannya tak hanya ingin fokus mengolah kopi menjadi produk siap konsumsi.

"Ke depannya saya juga akan mengolah sayuran, kacang-kacangan dan hasil perkebunan yang potensial di Malino," tuturnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umaconcit

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved