Karaeng Pattingalloang Diberi Bintang Jasa Presiden Jokowi

Tokoh Kerajaan Gowa tersebut yakni Karaeng Pattingalloang selaku Perdana Menteri Kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke-16.

Karaeng Pattingalloang Diberi Bintang Jasa Presiden Jokowi
Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan ketika dimintai tanggapan atas penghargaan Karaeng Pattingalloang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas Penganugrahan Budaya Parama Dharma kepada tokoh Kerajaan Gowa.

Tokoh Kerajaan Gowa tersebut yakni Karaeng Pattingalloang selaku Perdana Menteri Kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke-16.

Satu Tower Lampu Stadion Mattoanging Sudah Terpasang

Kementan Gerak Cepat Tingkatkan Pelayanan Izin Ekspor Tanaman Pangan Secara Online

TRIBUNWIKI: Kisah Kebaikan Masa Lalu Jadi Viral, Ini Profil Melanie Subono

Video Detik-detik 2 Polisi Diparangi di Ruang SPKT, Densus 88 Sampai Turun Tangan, Identitasnya!

7 Poin Rekomendasi Hak Angket Gubernur Sulsel Ditentukan di Rapat Paripurna Besok

"Ini sebuah motivasi agar pahlawan-pahlawan Gowa kian banyak mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari Presiden RI," kata Adnan Minggu (18/8/2019).

Karaeng Pattingalloang diberi penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Pemberian tanda kehormatan bintang tersebut sesuai Keputusan Presiden (Keppres) dan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Adnan menilai, penghargaan adalah bentuk pengakuan yang diserahkan oleh negara melalui Presiden RI.

Ia menyampaikan apresiasi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa atas capaian penghargaan tersebut.

Bupati termuda di Indonesia Timur ini bertekat menjadi Kabupaten Gowa sebagai percontohan bagi Kabupaten ataupun Kota lainnya di Sulawesi Selatan, bahkan di Indonesia.

Adnan juga berjanji akan kembali melakukan penelusuran terhadap tokoh-tokoh Kabupaten Gowa untuk melihat apakah perjalanan mereka memenuhi syarat untuk meraih penghargaan.

"Ini kan bersaing dengan usulan dari seluruh Indonesia. Tidak segampang itu untuk meraih pengakuan dari negara. Sehingga track recordnya memang harus ditelusuri," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Arif Fuddin Usman
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved