Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUNWIKI: Bungung Barania, Sumur Mandi Pejuang Gowa

Sumur ini berada di daerah Matoallo, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Sumur ini diperkirakan telah berumur ratusan tahun.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Imam Wahyudi
ari maryadi/tribungowa.com
Pembacaan doa sebelum prosesi permandian di Bungung Barania Bajeng. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Masyarakat Bajeng Kabupaten Gowa memiliki sebuah sumur yang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah. Namanya Bungung Barania.

Sumur ini berada di daerah Matoallo, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Sumur ini diperkirakan telah berumur ratusan tahun.

Juru Kunci Bungung Barania Bajeng, Karaeng Kamma, mengisahkan Bungung Barania merupakan sumur peninggalan sejarah Kerajaan Bajeng.

Nama Bungung Barania berasal dari Bahasa Makassar, yang terdiri dari dua suku kata.

Kata Bungung bermakna sumur, sementara Barania bermakna pemberani. Jadi Bungung Barania adalah sumur pemberani.

"Bungung Barania merupakan tempat pemandian para sultan dan para pemberani di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa," kata Karaeng Kamma, Jumat (16/8/2019).

Masyarakat setempat serta para Karaeng-karaeng Bajeng meyakini, Bungung Barania adalah permandian para keluarga besar dan para pemberani Kerajaan Bajeng.

Sebelum para pemberani pergi ke medan perang, mereka mandi di Bungung Barania ini.

Mereka datang untuk A'dinging-dingin. Semua prajurit dan orang pemberani Tu (orang) Bajeng a'dingin-dingin di sumur ini.

"A'dingin-dinging adalah menenangkan hati, mendinginkan pikiran sebelum ke medan pertempuran," imbuh Karaeng Kamma.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Keluarga Besar Tubajeng, Ahmad Pidris Zain.

Menurutnya, Bungung Barania juga dimanfaatkan oleh pasukan Laskar Lipan Bajeng yang hendak pergi ke medan perang.

Laskar Lipang Bajeng adalah kelompok pemberontak terhadap penjajah Belanda.

"Masyarakat meyakini, mandi di sumur itu akan memberikan keberanian dan kekebalan," kata Pidris.

Dari aspek persenjataan, Laskar Lipang Bajeng memang kalah dengan tentara penjajah yang memakai senjata api.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved