Driver Ojek Online Tewas Mengenaskan, Istri Diduga Kuat Jadi Pelaku Pembunuhan, Ini Pengakuannya
Kecurigaan polisi terhadap istri korban mengingat korban melaporkannya hingga dua kali ke polisi terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT.
TRIBUN-TIMUR.COM-Beberapa waktu lalu, warga Madiun dihebohkan dengan penemuan mayat seorang driver ojek online bernama Darwin Susanto di rumah kontrakannya.
Saat ditemukan, mayat Darwin Susanto dalam kondisi mengenaskan, bagian kepalanya penuh luka dan bersimbah darah.
Polisi pun sempat mencari keberadaan istri Darwin Susanto, Mira Hepi yang mendadak menghilang.
Kecurigaan polisi terhadap istri korban mengingat korban melaporkannya hingga dua kali ke polisi terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT.
Setelah diperiksa, Mira Hepi membantah membunuh suaminya sendiri. Hal itu dikatakan Mira saat menjalani pemeriksaan di Polres Madiun, Jawa Timur.
Dalam kasus ini, polisi menduga Mira sebagai pelaku, lantaran dia diduga berada di lokasi pembunuhan saat peristiwa itu terjadi.
"Saat diperiksa, dia (Mira) membantah, tidak mengaku dan ingkar lainnya," ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (15/8/2019).
Ruruh menjelaskan, dari pemeriksaan sejumlah saksi, terduga pelaku mengarah pada istri korban.
"Pelakunya kami belum tahu. Kami menduga dia pelakunya. Pasalnya saat kejadian, istri korban diduga berada di tempat kejadian," kata Ruruh.
Senada dengan Ruruh, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Madiun AKP Logos Bintoro menyatakan, empat saksi yang diperiksa memberikan petunjuk pelaku pembunuhan Darwin mengarah pada istrinya sendiri.
"Waktu diperiksa, Mira gayanya linglung. Makanya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Ngawi. Tetapi saksi-saksi yang diperiksa mengarah ke dia," kata Logos.
Diberitakan sebelumnya, Tim Penyidik Satreskrim Polres Madiun membawa Mira ke Rumah Sakit Jiwa Dr Soeroto Kabupaten Ngawi.
Sebab, saat diperiksa penyidik, Mira terkesan memberikan keterangan tidak jelas dan tidak fokus.
"Kemarin kami bawa ke rumah sakit jiwa di Ngawi untuk diperiksa kejiwaanya. Saat diperiksa Mira memberikan keterangan ngawur dan tidak fokus," kata Ruruh.
Ruruh mengatakan sampai saat ini Mira didampingi psikiater. Tim penyidik Polres Madiun juga masih berada di RSJ Dr Soeroto Ngawi.