Politisi Nasdem Ini Dapat Jabatan Baru dari Iqbal Suhaeb
Pertemuan diadakan di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota, Jl Penghibur, Makassar, Sulsel, Selasa (13/8) malam.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, bertemu dengan Direksi PT KIMA dan perwakilan perusahaan di Kawasan Industri Makassar.
Pertemuan diadakan di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota, Jl Penghibur, Makassar, Sulsel, Selasa (13/8) malam.
Pertemuan untuk menjalin kerja sama seluruh pihak di KIMA, untuk kemajuan pembangunan Kota Makassar.
Pada kesempatan itu pula, Iqbal menyerahkan Surat Keputusan Wali Kota mengenai pembentukan Forum Silaturahmi Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Kota Makassar, kepada Dirut PT KIMA Abdul Muis.
Aniaya Driver Online dan Penumpang, Wiraswasta asal Manggala Makassar Ini Dibekuk Polisi
Ada Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Mandar Polman
Sektor Pertanian Pengungkit Pertumbuhan
UPDATE Harga HP Samsung Agustus 2019, dari Galaxy A10 hingga Galaxy S10, Mulai Rp 1,6 Jutaan
Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar sekaligus Bendahara Partai Nasdem Kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti terpilih sebagai ketua dewan TSLP.
"Kami bermaksud untuk menjalin kerja sama yang lebih intensif lagi dengan teman-teman perusahaan beserta PT. KIMA, melalui dukungan program Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP), atau yang biasa juga disebut Corporate Social Responsibility (CSR)," kata Iqbal via rilis ke Tribun, Rabu (14/8/2019) pagi.
Iqbal mengatakan, program dan kegiatan strategis, fokus pada bidang pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
"Kita mengajak perusahaan melalui TLSP untuk fokus pada pembangunan sarana prasarana kesehatan yang ada di Makasar. Salah satunya dengan mengajak perusahaan menyelesaikan masalah BPJS warga miskin dengan bantuan Program CSR," katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan TSLP Indira Mulyasari Paramastuti, berharap CSR dari perusahaan dapat menjadi satu pintu dalam penyalurannya, karena bantuan CSR kepada madyarakat tidak merata.
"Kami berharap dengan adanya silaturahmi dengan perusahaan, CSR yang diberikan dapat tersalurkan secara merata," katanta.
Menurut Indira, salah satu contoh kurangnya pemerataan di bidang pelayanan kesehatan adalah pelayanan ibu dan anak di Posyandu.
"Ada 1.000 Posyandu di kota Makassar pelayanannya belum maksimal untuk itu kita meminta bantuan CSR," katanya. (*)
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Aniaya Driver Online dan Penumpang, Wiraswasta asal Manggala Makassar Ini Dibekuk Polisi
Ada Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Mandar Polman
Sektor Pertanian Pengungkit Pertumbuhan
UPDATE Harga HP Samsung Agustus 2019, dari Galaxy A10 hingga Galaxy S10, Mulai Rp 1,6 Jutaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/piqbal-suhaeb-menyerahkan-sk-wali-kota-mengenai-pembentukan-forum-silaturahmi-tslp.jpg)