M Roem Sebut Fahruddin dan Andi Ina Berpeluang Jabat Ketua DPRD Sulsel

Anggota DPRD periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) akan mengakhiri masa jabatan 9 September 2019 mendatang

M Roem Sebut Fahruddin dan Andi Ina Berpeluang Jabat Ketua DPRD Sulsel
hasan/tribun-timur.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, M Roem 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Masa jabatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, M Roem segera berakhir.

Anggota DPRD periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) akan mengakhiri masa jabatan 9 September 2019 mendatang

M Roem mengaku belum memastikan siapa kader Golkar yang bakal diusulkan untuk mengantikan posisinya sebagai ketua DPRD Provinsi Sulsel.

Siswi SMA YPS Soroako Luwu Timur Lolos di AYIMUN Malaysia

SEDANG BERLANGSUNG Link Live TV Online Video.com PSM Makassar vs Barito Putera, 3 Poin Harga Mati

Hadiri Penetapan Caleg DPRD Enrekang Terpilih, Ini Harapan Muslimin Bando

Menurutnya siapapun ditetapkan oleh pengurus bisa menjadi ketua selama memenuhi syarat yang ditententukan oleh internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Harus memiliki PDLT, pengalaman dan semua itu. Kedua terutama mampu membangun kerjasama sesama partai. Karena kalau itu yang susah, bisa lambat melaksanakan tugasnya," tuturnya.

PDLT dimaksud adalah prestasi dedikasi, loyalis terhadap partai dan tidak tercelah terhadap partai.

Ditanya soal dua anggota dewan yang kembali terpilih yakni Andi Ina Kartika Sari (bendahara DPD I), Fahruddin Rangga (Plt Ketua DPD II Golkar Takalar).

Siswi SMA YPS Soroako Luwu Timur Lolos di AYIMUN Malaysia

SEDANG BERLANGSUNG Link Live TV Online Video.com PSM Makassar vs Barito Putera, 3 Poin Harga Mati

Hadiri Penetapan Caleg DPRD Enrekang Terpilih, Ini Harapan Muslimin Bando

Menurutnya dua duanya punya peluang besar berdasarkan dari pengalamanya selama satu periode ini.

"Dua duanya punya peluang. Tidak perlu membedakan dia perempuan atau laki laki. Selama dia punya konpentensi dan tidak tercelah," tuturnya.

Dia juga mengatakan Golkar jelas sekali dalam menentukan pilihan untuk menjadi pemimpin.

Golkar pastinya memilih kader bukan dari pelancon atau kutu loncat alias selalu pindah pindah haluan partai. "Dua ini tidak ada pelancon,"sebutnya. (*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved