TRIBUNWIKI
TRIBUNWIKI: Apa Itu Hari Tasyrik? Berikut Ulasannya
Dilansir dari Tribun Styke, jika sebelum Idul Adha umat islam dianjurkan untuk berpuasa, maka berbeda dengan yang dilakukan setelah Idul Adha.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Sudirman
Lima hari yang diharamkan untuk berpuasa, atas sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).
Meski dilarang berpuasa, di hari Tasyrik ada keutamaan dan amalan beribadah.
Berikut ini beberapa amalan di hari Tasyrik :
1. Idul Adha dan Hari Tasyrik
Hari ini merupakan hari untuk bersenang-senang dan menyantap makanan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa Idul Adha dan hari tasyriq adalah hari kaum muslimin untuk menikmati makanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Artinya : “Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman."
2. Berdizkir di hari Tasyrik
Dalam surat Al Baqarah ayat 203 di atas (yang artinya), diperintahkan untuk berdizikir di hari Tasyrik
“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.”
Beberapa dzikir yang diperintahkan Allah S.W.T antara lain dzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah salat wajib.
Dzikir ini disyariatkan sebagian besar ulama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hari-tasyrik-adalah-tiga-hari-setelah-idul-adha-11-12-13-dzulhijjah.jpg)