Selama Januari-Juni 2019, Sudah 23 Orang Terjangkit HIV/AIDS di Pangkep

Selama bulan Januari sampai Juni 2019, Dinas Kesehatan Pangkep sudah mendata 23 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pangkep.

Selama Januari-Juni 2019, Sudah 23 Orang Terjangkit HIV/AIDS di Pangkep
TRIBUN TIMUR/MUNJIYAH DIRGA GHAZALI
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pangkep, dr Hj Nurliah Sanusi di Pangkajene, Jumat (9/8/2019). (Foto Munji). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Selama bulan Januari sampai Juni 2019, Dinas Kesehatan Pangkep sudah mendata 23 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pangkep.

Rincian total penderita yang terjangkit HIV/AIDS tahun 2019 mulai Januari-Juni 2019 tersebar di puskesmas Kabupaten Pangkep.

Puskesmas Kota Pangkajene tangani 3 orang, Bontoperak 1, Minasatene 3, Kalabirang 2, Bungoro 2, Labakkang 1, Marang 5, Segeri 1, Mandalle 1, Liukang Tupabiring 1 dan Luar Wilayah 3 orang.

Baca: PN Pangkajene Terima 6 Berkas Keberatan Nilai Ganti Rugi Lahan Jalur Rel Kereta Api di Pangkep

"Iya sudah ada 23 orang sampai bulan Juni 2019 kemarin, mereka yang terjangkit HIV/AIDS ini pengobatannya di RS Batara Siang atau di Makassar. Pihak Dinkes Pangkep cuma penemuan kasus awalnya di luskesmas,"kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pangkep, dr Hj Nurliah Sanusi di Pangkajene, Jumat (9/8/2019).

dr Nurliah menyebut, mereka yang terjangkit HIV/AIDS adalah orang Pangkep yang merantau di luar lalu kembali lagi ke kampung halamannya di Pangkep.

"Rata-rata mereka yang terjangkit itu perantau yang pulang kesini berobat," ungkapnya.

Sebenarnya, kata dr Nurliah semua orang beresiko terkena. Jadi mereka yang terjangkit, akan di screaning terlebih dulu lalu penanganan selanjutnya ke rumah sakit.

Meski belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/ AIDS,  setidaknya dengan terapi antiretroviral (ART) dapat membantu memperlambat perkembangan virus, di dalam tubuh hingga menjadi AIDS.

"Jadi orang terinveksi itu dengan antivirus ini memperlambat HIV berkembang biak, hingga mereka yang mengidap bisa menjalani hidup normal layaknya orang sehat," katanya.

dr Nurliah menyebut, terapi pengobatan inilah yang membuat sistem kekebalan tubuh tetap sehat.

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved