OPINI

OPINI - Qurban Berdayakan Desa

Dari segi Ekonomi, ketika qurban dilakukan di desa, maka usaha peternakan warga akan makin berkembang dan berbagai industri turunan akan mengikuti,..

OPINI - Qurban Berdayakan Desa
TRIBUN TIMUR/MUH ASIZ ALBAR
Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir 

Oleh:
Dr Ilham Kadir MA
Peneliti MIUMI; Pimpinan Baznas Enrekang

Seorang nenek berusia 60 tahun, Sahnun namanya, Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka ia pun bekerja sebagai pemulung di jantung kota Mataram. Sahnun merupakan tipe manusia pemurah.

Ini dibuktikan dengan kebiasaannya berqurban setiap tahun ketika lebaran haji tiba. Bahkan tahun ini, nenek berusia renta itu berqurban seekor sapi dengan harga 10 juta rupiah.

Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk berbagi dengan sesama diperkuat dengan data ilmiah dan akurat dari World Giving Index pada tahun 2017 yang menempatkan negara Indonesia pada urutan ke-2 secara global sebagai negara dengan penduduk yang paling dermawan.

Salah satu wujud kedermawanan seseorang adalah dengan cara menyembelih hewan qurban pada lebaran Idul Adha.

Namun antuasias masyarakat muslim Indonesia untuk berbagi lewat qurban seharusnya ditata dengan lebih baik.

Diatur sedemikian rupa agar daging-daging qurban tersebut dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.

Baca: Sambut HUT ke 74 RI, Rutan Enrekang Gelar Lomba Kultum Bagi Narapidana

Demikian pula, pembelian hewan qurban agar menguntungkan para peternak kecil yang hanya memelihara tiga sampai lima ekor sapi.

Itu pun hasil jualannya dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan. Jangan sampai ibadah qurban hanya menguntungkan para kapitalis, tengkulak, dan semisalnya.

Membeli hewan qurban dengan harga yang rendah lalu mereka pasok ke kota untuk dijual dengan harga mahal dan dagingnya pun dinikmati oleh orang-orang kota.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved