Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemuda Makassar Jadi Lulusan Terbaik di Ningxia University China, Siapa Dia? Berikut Profilnya

Muhammad Umar Muammar (22), pemuda asal Makassar yang baru saja menyelesaikan study di Ningxia University, China

Tayang:
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/SALDY
Muhammad Umar Muammar (22), pemuda asal Makassar yang baru saja menyelesaikan study di Ningxia University, China 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Raih prestasi diakhir masa study tentu memiliki kebanggaan tersendiri bagi seorang pelajar. Tak hanya diri sendiri tapi juga kebanggaan bagi keluarga, khususnya orangtua.

Hal itulah yang dirasakan oleh Muhammad Umar Muammar (22), pemuda asal Makassar yang baru saja menyelesaikan study di Ningxia University China pada Mei 2019 lalu.

"Alhamdulillah, meraih predikat mahasiswa terbaik di Ningxia University tentu suatu kebanggaan tersendiri begitu pun orang tua saya pastinya," kata Muammar, Kamis (8/8/2019).

Baca: Selamat! Mahasiswa Fakultas Teknik Pimpin BEM Unhas

Baca: TRIBUNWIKI: UNM Berlakukan SIstem Online untuk Registrasi Wisuda, Begini Caranya

Baca: Hamdan Juhanis Kenang Perjalanan Menuju Kursi Rektor UIN Alauddin

Muammar menjalani study di negeri China berlangsung selama 4 tahun lamanya, melalui beasiswa pelajar berprestasi di Indonesia.

Jurusan yang ia pilih, yakni Fakultas Sastra Ningxia University.

Menurut dia, banyak pengalaman selama belajar di China, selain gaya hidup penuh kedisiplinan, juga mengetahui sejumlah bahasa dari sejumlah negara.

Tak ayal, Muammar pun bisa cakap mengenakan empat bahasa negara sekaligus.

Inggris, China, Bahasa Arab, dan Makassar (Indonesia).

Ia menjelaskan, study sastra ini sangat penting bagi seseorang. Dengan bahasa, seseorang bisa berkomunikasi dan cepat tanggap dalam setiap informasi yang terjadi di era globalisasi.

"Bahasa itu penting, kalau kita tidak tahu bahasa asing pasti kita memiliki keterbatasan untuk berinovasi," ujarnya.

Soal asmara, Muammar hingga kini masih sendiri.

Ia mengaku belum memikirkan untuk merajut bahtera rumah tangga. Ponakan Ketua PKK Sulsel Liestiaty Fachrudin ini mengaku ingin kerja sebelum meminang pujaan hatinya.

"Kerja dulu lah. Saya berharap bisa bekerja di perusahaan yang memiliki jaringan internasional," harapnya.

Selama di China, Muammar merasa punya suka duka. Selain jauh dari keluarga, ia bisa hidup mandiri dan tahu arti kehidupan.

Komunikasi Mummar dengan Taufik (ayah) dan Munjiyah (ibu) itu berlangsung setiap hari meski itu melalui WhatsApp.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved