Sampah di Wajo Meningkat 345,3 Ton Per Tahun

Jumlah sampah di Kabupaten Wajo 2017 lalu sebanyak 57.409,82 ton meningkat di tahun 2018 menjadi 57.755,12 ton.

Sampah di Wajo Meningkat 345,3 Ton Per Tahun
hardiansyah/tribunwajo.com
Sosialisasi pengembangan bank sampah dalam menunjang sirkular ekonomi masyarakat menuju Indonesia bebas sampah 2025 di Hotel Ayu Sengkang, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Produksi sampah Kabupaten Wajo meningkat saban tahunnya. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Wajo, Amran saat membuka sosialisasi pengembangan bank sampah dalam menunjang sirkular ekonomi masyarakat menuju Indonesia bebas sampah 2025 di Hotel Ayu Sengkang, Rabu (7/8/2019).

Jumlah sampah di Kabupaten Wajo 2017 lalu sebanyak 57.409,82 ton meningkat di tahun 2018 menjadi 57.755,12 ton.

"Sampah telah menjadi salah satu permasalahan serius di Indonesia termasuk Kabupaten Wajo. Ada peningkatan sebanyak 345,3 ton di Kabupaten Wajo dan diprediksi akan terus mengalami kenaikan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Wajo," kata Amran.

Pemerintah Kabupaten Wajo melakukan pengelolaan sampah melalui 3R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle seperti dengan mendirikan 40 bank sampah, daur ulang, pengomposan untuk mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA). Juga, menyusun program-program sedekah sampah yang saat ini telah merambah ke masjid-masjid.

"Permasalahan sampah dan limbah B3 merupakan permasalahan bersama yang perlu dipecahkan dan diolah menjadi potensi yang bernilai tambah bagi sirkular ekonomi masyarakat," katanya.

Sementara, Dirjen Pengelolaan Sampah PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Agus Syaifudin menjelaskan, bank sampah memberikan kontribusi terhadap pengurangan sampah nasional sebesar 1,7% atau 1.389.522 ton per tahun dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 1.484.669.825 per tahun.

"Keuntungan ekonomi sirkular tersebut diperoleh dari pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Bank Sampah dengan menerapkan prinsip 3R atau reduce, reuse dan recycle," katanya.

Namun, sambung Agus Syaifuddin, dalam penerapannya, banyak kendala terkait pengolaan bank sampah. Mengingat, tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah menyebabkan sampah belum dapat dikelola secara optimal di sumbernya. Bahkan, banyak sampah yang tercecer ke lingkungan dan berakhir di laut.

Sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI lewat Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah PSLB3 yang menggandeng Pemerintah Kabupaten Wajo, juga dihadiri oleh Anggota DPR RI, Andi Yuliani Paris. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved