CSIS-Tenggara Strategic Gelar Diskusi Manfaat Ekonomi Digital
Direktur Eksekutif Tenggara Strategic, Riyadi Suparno mengatakan, penelitian tersebut dilaksanakan dengan melakukan dua studi.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) bersama Tenggara Strategics diskusi publik manfaat ekonomi Digital bertema Kontribusi Grab terhadap Ekonomi Indonesia.
Diskusi yang merupakan hasil dari penelitian dan survei atas studi transportasi online yaitu Grab, berlangsung di Four Points Hotel by Sheraton, Selasa (6/8/2019).
Direktur Eksekutif Tenggara Strategic, Riyadi Suparno mengatakan, penelitian tersebut dilaksanakan dengan melakukan dua studi.
Empat Tenaga Kesehatan Kabupaten Wajo Ikut Lomba Tingkat Provinsi
PSM Juara, Dekan FTI UMI Makassar Sujud Syukur dan Singgung Ini
Keluarkan 13 Kartu, Rekam Jejak Fariq Hitaba Wasit Final Piala Indonesia, Wasit Tanpa Kompromi
Pertama, survei yang menghitung kontribusi ekonomi dari pendapatan mitra di empat lini usaha Grab.
Usaha itu yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood, dan Kudo di lima kota di Indonesia, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.
"Sementara studi kedua adalah penggunaan mahadata untuk menghitung surplus konsumen dari GrabBike dan GrabCar di Jabodetabek," ungkapnya.
Riyadi mengklaim perhitungan surplus konsumen ini merupakan studi dengan penggunaan mahadata yang pertama di Asia Tenggara.
Bahkan Ia sebut yang pertama dalam konteks negara berkembang.
Sementara itu, ekonomi yang jadi narasumber diskusi, Stella Kusumawardhani mengatakan, riset Tenggara Strategics dan CSIS hasilnya telah dipublikasi pada 11 April 2019.
Empat Tenaga Kesehatan Kabupaten Wajo Ikut Lomba Tingkat Provinsi
PSM Juara, Dekan FTI UMI Makassar Sujud Syukur dan Singgung Ini
Keluarkan 13 Kartu, Rekam Jejak Fariq Hitaba Wasit Final Piala Indonesia, Wasit Tanpa Kompromi
Hasilnya,kehadiran Grab telah memberi kontribusi sebesar Rp 48,9 triliun terhadap perekonomian Indonesia.
Kontribusi itu melalui pendapatan para pengemudi GrabBike dan GrabCar, mitra GrabFood, dan agen Kudo individual.
"Dengan menawarkan peluang pendapatan kepada sekita 300.000 pengemudi dan 40.000 agen Kudo individual, yang sebelumnya menganggur, diperkirakan input ekonomi Grab mencapai Rp 16,4 triliun pada 2018," ungkap Stella.
Lanjut Stella, setelah peningkatan kesejahteraan dari sisi produsen, Tenggara Strategics dan CSIS juga mengukur peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi konsumen.
Berupa surplus konsumen yang dirasakan oleh konsumen GrabBike dan GrabCar di Jakarta-Bogor-Depok- Tanggerang-Bekasi (Jabodetabek).e
Menurut hasil riset yang dipaparkan oleh Tenggara Strategics dan CSIS di Jakarta pada 23 Juli 2019, GrabBike dan GrabCar memberikan manfaat ekonomi kepada konsumen.
Itu terjadi di wilayah Jabodetabek, sebesar Rp 46.14 triliun pada 2018.
"Pelitian terkait dampak teknologi terhadap kesejahteraan produsen dan konsumen,' katanya.
"Umumnya masih dilakukan pada tingkat nasional, belum banyak studi yang dilakukan pada tingkat daerah, terutama pada tingkat perkotaan," katanya.
Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/csis-bersama-tenggara-strategics-mengadakan-acara-diskusi-publik-manfaat-ekonomi-digital.jpg)