Hak Angket DPRD Sulsel

Keterangan Nurdin Dibantah Bustanul, Kadir Halid: Berarti Ada Beri Kesaksian Palsu

"Keterangan Bustanul di ruang persidangan berbeda dengan pernyataan Gubernur Sulsel kemarin," kata Ketua Pansus DPRD Sulsel, Kadir Halid.

Keterangan Nurdin Dibantah Bustanul, Kadir Halid: Berarti Ada Beri Kesaksian Palsu
hasan/tribuntimur.com
Suasana Sidang Angket di DPRD Sulsel 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Keterangan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Makassar I, Bustanul Arifin yang dihadirkan dalam persidangan berbeda dengan disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Perbedaan itu disampaikan Bustanus saat menghadiri sidang yang digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Jumat (02/08/2019).

Ikutan BNI Travel & Expo, Al Hajj Tawarkan Cashback Rp 2,5 Juta

Tambak di Bontoa Maros Mulai Mengering, Warga Terancam Rugi

Lowongan Kerja PT Jasa Raharja Persero, Pendidikan Minimal SMA, Pendaftaran hingga 7 Agustus 2019

"Keterangan Bustanul di ruang persidangan berbeda dengan pernyataan Gubernur Sulsel kemarin," kata Ketua Pansus DPRD Sulsel, Kadir Halid.

Menurut Bustanul pengangkatan dirinya sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat 1 Makassar atas sepengetahuan dan petunjuk Nurdin Abdullah.

Sementara mantan Bupati Bantaeng pada sidang Kamis kemarin menegaskan bukan atas petunjunya.

"Bustanul mengatakan atas petunjuk gubernur. Kemarin gubernur bilang bukan atas nama saya. Berarti ada kesaksian palsu," tegas politisi Partai Golkar ini.

Kadir belum memastikan siapa yang memberikan keterangan bohong dalam persidangan. Pastinya keduanya sudah disumpah sebelum memberikan kesaksian.

Ikutan BNI Travel & Expo, Al Hajj Tawarkan Cashback Rp 2,5 Juta

Tambak di Bontoa Maros Mulai Mengering, Warga Terancam Rugi

Lowongan Kerja PT Jasa Raharja Persero, Pendidikan Minimal SMA, Pendaftaran hingga 7 Agustus 2019

"Teman teman pers sendiri yang bisa nilai. Tapi yang pastinya Bustanul sudah kali dihadirkan dan dia tetap bersikuku mengatakan atas petunjuk Gubernur. Bahkan sampai lima kali minta penegasan," tegasnya.

Kadir mengatakan masalah siapa bohong itu nanti akan disimpulkan dalam hasil rapat kesimpulan terakhir.

"Kalau kita lihat bukan cuma masalah Bustanul, tapi ada yang lain. Yang diduga memberikan keterangan palsul Gubernur.(*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved