Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - Menakar Perjuangan Sang Pemimpin

Kado terindah PKB dalam seperlima abad usianya yang jatuh pada hari Selasa 23 Juli 2019 adalah mengantar PKB menjadi pemenang keempat secara nasional

Tayang:
Editor: Aldy
tribun timur
Politisi PKB 

Oleh:
Abdul Rauf Tera
Politisi PKB

Dua puluh tahun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) eksis dalam panggung perpolitikan nasional adalah pertanda baik di usia pertumbuhannya ketika diibaratkan manusia.

Sebentar lagi partai rintisan Sang Guru Bangsa Abdurrachman Wachid, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PB NU) dan Presiden Keempat Republik Indonesia, biasa disapa Gus Dur, memasuki usia remaja.

PKB tumbuh kembang dengan berbagai rintangan. Gelombang demi gelombang telah terlewatkan.

Trend prestasi dan capaian politik PKB sangat menyejukkan dan membanggakan dari tahun ke tahun dalam pesta demokrasi dan pentas pergolakan politik Nusantara semakin membaik.

Tentu banyak faktor yang melatari prestasi tersebut, misalnya menjadi partai nasionalis agamis, hadirnya anak muda mendominasi dalam kepartaian di atas 85% usia produktif, lahirnya politisi muda yang bersih dan berprestasi, menjadi partai kader diutamakan dalam menentukan sikap politiknya, sayap kepartaian berjalan dinamis, menjadikan PKB sebagai organisasi Islam terbesar di dunia.

Partai yang lahir dari rahim NU itu telah menjadi anggota partai demokrasi internasional.

Banyak lagi standarisasi kepartain sebagai faktor pendukung dalam menakhodai PKB.

Namun di balik semua itu, yang paling urgent adalah menjadikan PKB sebagai partai milenial dan dinakhodai Sang Pemimpin, Muhaimin Iskandar.

Baca: Tak Ada Listrik dan Air Bersih, Perumahan Nelayan Bantuan Kementerian PUPR di Takalar Ditinggalkan

Dia pemimpin yang disebut berotak brillian, berkarakter mulia, berwibawa tanpa rekayasa, punya gagasan-gagasan mutahir, reformis dalam bersikap, serta bijak menetukan masa depan partai PKB dan selalu total dalam bekerja demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kado terindah PKB dalam seperlima abad usianya yang jatuh pada hari Selasa 23 Juli 2019 adalah mengantar PKB menjadi pemenang keempat secara nasional, 9,69% (13.570.097 suara).

Perolehan ini meningkat dari tahun 2014 sebesar 9,04% (11.298.950 Suara), naik 0,65% (2.271.140 Suara).

Eksistensi PKB dimata dunia yaitu dapat dipastikan semakin seksi untuk menjadi kekuatan dalam legislatif dengan kekuatan 58 kursi di DPR RI.

PKB tentu saja akan menjadi rebutan empuk untuk dijadikan kendaraan politik di masa datang.

Dua Kontestasi
Memenangkan dua pertarungan sekaligus sebagai partai yang relatif masih usia muda adalah hal yang tidak gampang.

Diakui atau tidak, PKB telah menjadi kekuatan baru dalam legislasi dan sekaligus penentu pemenangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres April 2019.

Baca: Tambah Pendapatan, KKN-PPM UNM Latih Warga Aka-akae Buat Keripik Sayur

Kemenangan itu titik balik pergolakan politik PKB d ibawah Kendali Sang, Cak Imin.

Situasi PKB kini tentu saja tidak terlepas dari perjuangan dan kekompakan semua elemen kader partai di semua tingkatan.

Pun akibat keberanian melawan derasnya dinamika rekruitmen materi calon anggota legislatif (caleg) yang sarat dengan berbagai kepentingan.

Ini semua menujukkan bahwa PKB semakin cerdas dan dewasa dalam memilih caleg untuk menetukan lima tahun nasib konstituen di parlemen.

Mereka dipersiapkan untuk dipilih dan diberi amanah besar membawa aspirsi dan mengawal jalannya roda kepemimpinan setiap lima tahun sekali.

Millenial Generation
Kanalisasi kekuatan baru menuju medan pergerakan politik untuk 2024 sangat ditentukan oleh kerja-kerja ril dari seseorang, kelompok, partai politik, organisasi masyarakat yang berbasis perjuangan kaum gressroot.

Tak kalah penting, perjuangan generasi milenial yang mampu menembus batas rata-rata prestasi pada umumnya.

Di sana akan lahir dan terfilter dengan sendirinya, garis perjuangan keumatan yang selalu menjadi komando narasi persfektif keputusan dan pandangan politiknya, selalu merdeka dalam bersikaf, nuraninya membentuk karakter dan kelakuan sehari-harinya sebagai perjuangan untuk masa depan bangsa besar ini.

Baca: Camat Masamba Luwu Utara Ikut Awasi Penggunaan Dana Desa

Diperlukan kemampuan khusus dalam menjawab tantangan dunia yang sedang dimanjakan oleh tehnology telekomunikasi dan informasi yang semakin hari semakin modern dan super canggih.

Efek balik dari sebuah peradaban tanpa batas, masyarakat dalam satu pintu jendela dunia, seakan lintasan kebebasan berfikir harus mampu menjadi sosok pemimpin berani tampil beda dan melampaui zamannya.

Tentu tidak cukup dengan gagasan semata, tapi beberapa dimensi pendukung harus siap, seperti partai politik untuk kendaraan, kaderisasi sebagai garda pertahanan inti, kaya akan komunitas organisasi massa, multidimensi pengakuan publik dari sosok prestasi kaliber internasional, serta kematangan berfikir untuk akomodir semua elemen anak bangsa secara proporsional, adil dan bijaksana serta multi talenda.

Penyangga Baru
Selain Jawa Timur sebagai lumbung suara terbesar internal PKB secara nasional, muncul sayap baru di luar Jawa seperti Sulawesi Selatan.

Prestasi yang menggembirakan dengan istilah “Pecah Telur” untuk anggota lestilatif di DPR RI, dapil dua Sulawesi Selatan diwakili Andi Muawiyah Ramli yang biasa disapa Amure (Paman dalam arti bahasa Bugis).

Di Dapil Sulsel I terpilih H Haruna (Ketua Yayasan Universitas Indonesia Timur).

Selain dua kursi DPR RI, PKB Sulsel juga memiliki 8 anggota legislatif DPRD provinsi.

Perjuangan menuju prestasi ini dinakhodai sahabat H Azhar Arsyad SH yang sekaligus terpilih menjadi legislator DPRD Provinsi dari Dapil 9 (Pinrang, Enrekang dan Sidrap).

Akhirnya, semoga Muktamar PKB di Bali 20 Agustus 2019 berproses lancar dan sukses serta melahirkan pemimpin yang dinanti umat. Allahu A’lam Bisshawab, Wallahul Muwaffiq Ila Aqwami Thoriq.(*)

Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Kamis (25/07/2019).

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved