Warga Somba Opu Gowa Sulit Temukan Tabung Elpiji

Keduanya hanya makan roti sebelum ke sekolah yang tak jauh dari rumahnya. Oleh sang ibu kedua murid sekolah dasar tersebut bernama Andriani Dg Memang

Warga Somba Opu Gowa Sulit Temukan Tabung Elpiji
Ari Maryadi/Tribungowa.com
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gowa turun memantau gas elpiji ke sejumlah agen dan pangkalan, Selasa (23/7/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Fais Alayyubi (7) dan Khaerul Alfian (8) langsung berangkat ke sekolah tanpa sarapan nasi, seperti hari-hari biasanya, Senin (22/7/2019) kemarin.

Keduanya hanya makan roti sebelum ke sekolah yang tak jauh dari rumahnya. Oleh sang ibu kedua murid sekolah dasar tersebut bernama Andriani Dg Memang (27) mengungkapkan bahwa dirinya tidak memasak lantaran tidak menemukan tabung elpiji.

Temui Bupati Luwu, Kepala BKPSDM Palopo Bahas Konsep Pembangunan di Belopa

Kementerian Pendidikan Tinggi Buka Tender Proyek Pengembangan Rumah Sakit Unhas

KKN Tematik Infrastruktur Unhas Gelar Lomba Kreatifitas Sampah di Gowa

Gagal Raih Penghargaan KLA, Ini Bakal Dilakukan Bupati Wajo

Sang Mantan Ogah Balik ke Pelukan, Teguh Beli Air Keras, Tunggui Korban Keluar Rumah Subuh-subuh

Ia mengaku telah berkeliling di berbagai area di Kecamatan Somba Opu, namun ia tidak mendapatkannya.

"Saya sepanjang hari keliling cari gas isi tiga kilogram, tapi tidak ada kodong," kata Andriani kepada Tribun, Selasa (23/7/2019).

"Terpaksa saya belikan roti kedua anakku biar cepat, takutnya terlambat ke sekolah kalau cari nasi kuning," ungkapnya.

Suaminya Daeng Tola akhirnya menemukan gas elpiji pada sore harinya sekitar pukul 15:00 Wita. Gas tersebut ditemukan di Jl Mallengkeri Kota Makassar.

Meski demikian, suaminya harus merogoh kocek agak tinggi dibandingkan harga biasanya. Gas elpiji tersebut biasanya ia beli seharga Rp16 ribu di warung depan rumah.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gowa turun memantau gas elpiji ke sejumlah agen dan pangkalan, Selasa (23/7/2019) siang.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gowa turun memantau gas elpiji ke sejumlah agen dan pangkalan, Selasa (23/7/2019) siang. (Ari Maryadi/Tribungowa.com)

" Namun kali ini saya terpaksa beli seharga Rp26 ribu per tabung elpiji. Belum lagi jaraknya jauh," kata Andriani.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa Andi Sura Suaib mengatakan kesulitan warga memperoleh gas elpiji disebabkan berkurangnya jatah pengecer dari pangkalan.

Andi Sura membenarkan jika ada penurunan stok gas elpiji di lingkup Kabupaten Gowa. Meski demikian, dirinya menyebut itu bukanlah kelangkaan.

"Masyarakat mengaku kesulitan membeli gas itu karena terbatasnya jatah pengecer dari pangkalan yang membuat berkurangnya stok tabung gas dipengecer," kata Sura.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Temui Bupati Luwu, Kepala BKPSDM Palopo Bahas Konsep Pembangunan di Belopa

Kementerian Pendidikan Tinggi Buka Tender Proyek Pengembangan Rumah Sakit Unhas

KKN Tematik Infrastruktur Unhas Gelar Lomba Kreatifitas Sampah di Gowa

Gagal Raih Penghargaan KLA, Ini Bakal Dilakukan Bupati Wajo

Sang Mantan Ogah Balik ke Pelukan, Teguh Beli Air Keras, Tunggui Korban Keluar Rumah Subuh-subuh

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved