Disebut Bayar Gaji Pegawai dari Hasil Utang hingga Diisukan Bangkrut, PT Pos Indonesia Buka Suara

Salah satu perusahaan BUMN, PT Pos Indonesia (Persero) akhir-akhir ini dikabarkan akan bangkrut.

Disebut Bayar Gaji Pegawai dari Hasil Utang hingga Diisukan Bangkrut, PT Pos Indonesia Buka Suara
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
Disebut Bayar Gaji Pegawai dari Hasil Utang hingga Diisukan Bangkrut, PT Pos Indonesia Buka Suara 

TRIBUN-TIMUR.COM-Salah satu perusahaan BUMN, PT POS Indonesia (Persero) akhir-akhir ini dikabarkan akan bangkrut.

Bahkan, PT POS Indonesia disebut-sebut membayar gaji karyawan dari hasil utang di bank.

Menanggapi kabar miring tersebut, Direktur Utama PT POS Indonesia, Gilarsi Wahju Setijono memberikan klarifikasinya.

Menjawab pertanyaan yang diajukan, Gilarsi memberikan rilis tertulis yang ditandatagani Sekretaris Perusahaan PT POS Indonesia Benny Otoyo.

Berdasarkan rilis itu, Benny mengatakan, isu yang berkembang ini tidak benar.  Ia menyebutkan, tidak ada perusahaan yang tidak memerlukan working capital.

Pengunjung melintas di pos layanan drive thru PT POS jalan Slamet Riyadi Makassar, Kamis (10/11/2016).
Pengunjung melintas di pos layanan drive thru PT POS jalan Slamet Riyadi Makassar, Kamis (10/11/2016). (TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN)

Baca: Lowongan Kerja - PT POS Indonesia Terima Lulusan SMA SMK Sederajat, Buruan Daftar, Terakhir Hari Ini

Baca: Lowongan Kerja - PT KTB (Mitsubishi) Buka 9 Posisi, Terima Lulusan D3 dan S1, Daftar Online di Sini!

Baca: SSCASN BKN-Pemerintah Buka 254.173 Lowongan, Kapan Pendaftaran CPNS 2019 dan PPPK 2019 Dibuka?

"Kami perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan, dan lain-lain. Modal kerja itu dipinjam dari bank," kata Benny melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (22/7/2019) siang.

"Pinjaman ini unpledged, artinya tidak ada aset yang diagunkan. Membayar gaji termasuk dalam biaya operasi. Tapi, bukan berarti pinjam uang untuk bayar gaji. Intinya, tidak akan ada bank yang mau memberi pinjaman untuk tujuan bayar gaji," lanjut dia.

Benny menjelaskan, PT POS Indonesia selama ini memberikan pelayanan berupa pengantaran atau kurir (surat, paket, ecommerce), logistik, jasa keuangan (remitansi luar negeri atau dalam negeri).

Selain itu, pembayaran biller (PLN, PDAM, dan lainnya), serta goverment services (public obligation, distribusi meterai, penerimaan setoran pajak, dan kiriman surat dinas.

Menurut Benny, perputaran uang di PT Pos sendiri rata-rata mencapai Rp 20-an triliun per bulan, yang diperoleh dari layanan jasa keuangan yang diberikan.

Halaman
1234
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved