Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Saksi Spirit Juara PSM! 3 Kali ke Final Raih 2 Gelar 1992 dan 2000

Bagi para pengemar PSM generasi terdahulu, Stadion Utama GBK, adalah memori bersejaraj pasukan Ayam Jantan dari Timur dua kali menjadi juara.

Tayang:
Penulis: Arif Fuddin Usman | Editor: Arif Fuddin Usman
kolase berbagai sumber
Momen saat PSM Makassar menjadi juara tahun 1992 dan 2000 

Sementara di lapangan, seluruh elemen tim Juku Eja saling berangkulan menyambut kemenangan 3-2 atas Pupuk Kaltim Bontang pada partai puncak Liga Indonesia Bank Mandiri 1999/2000.

ni gelar perdana PSM di pentas Liga Indonesia yang merupakan penyatuan dua kompetisi, Perserikatan dan Galatama pada 1994 lalu.

PSM, klub tertua di Indonesia (dibentuk 1915) dengan lima gelar era Perserikatan kembali berjaya, setelah terakhir merebut Piala Presiden pada 1992.

Gelar juara PSM menjadi lengkap setelah sang kapten, Bima Sakti terpilih sebagai pemain terbaik. Pencapaian alumni PSSI Primavera ini terbilang fenomenal.

Sepanjang musim, gelandang yang akrab dengan jersey bernomor punggung 11 tidak pernah meraih satu pun kartu kuning.

Baca: Lagi Pilih-pilih HP Baru, Ada Samsung Galaxy M30 dan Oppo F11, Harga Rp 3 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Baca: Begini Cara Kerja Prostitusi Online di Lampung, Ramai-ramai Pilih Hotel Bintang Meski Giliran Pakai

Padahal, Bima tampil reguler sebagai pemain jangkar PSM, posisi yang sejatinya rentan mendapat kartu dari sang pengadil.

Saat itu, materi mentereng ini semakin lengkap dengan racikan strategi Syamsuddin Umar sebagai pelatih dan Henk Wullem (Direktur Teknik). Alhasil, PSM jadi tim paling dominan.

Sepanjang musim Liga Bank Mandiri yang memakai sistem pembagian dua wilayah dan babak 8 Besar di Jakarta ini, PSM mencetak 21 kali kemenangan, 8 imbang dan 2 kalah.

Juku Eja pun menjadi tim paling agresif sepanjang musim dengan mengemas 53 gol dan hanya kemasukkan 19 gol.

Runner-up Tahun 2001

Dikutip dari CNNIndonesia.com, persaingan antara Persija Jakarta dan PSM Makassar di Final Piala Indonesia 2018 ini mengingatkan memori dalam perebutan gelar juara Liga Indonesia 2001 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pada 18 tahun silam kedua klub perserikatan itu sama-sama berpeluang memboyong trofi juara kompetisi sepak bola kelas tertinggi di Indonesia.

Hampir mirip dengan situasi saat ini, Macan Kemayoran dan Juku Eja ketika itu diperkuat pemain-pemain top, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Di partai puncak, Persija meraih kemenangan dengan skor ketat 3-2. Gol Imran Nahumarury dan dua gol Bambang Pamungkas membuat Persija berpesta.

PSM menipiskan kekalahan lewat gol Miro Baldo Bento dan Kurniawan yang membuat tensi laga meningkat hingga menit akhir dengan skor 3-2 untuk Persija.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved