Stadion Utama Gelora Bung Karno, Saksi Spirit Juara PSM! 3 Kali ke Final Raih 2 Gelar 1992 dan 2000
Bagi para pengemar PSM generasi terdahulu, Stadion Utama GBK, adalah memori bersejaraj pasukan Ayam Jantan dari Timur dua kali menjadi juara.
Penulis: Arif Fuddin Usman | Editor: Arif Fuddin Usman
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Saksi Spirit Juara PSM! 3 Kali ke Final Raih 2 Gelar 1992 dan 2000
TRIBUN-TIMUR.COM - Mata pecinta sepak bola Tanah Air tertuju ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019) pukul 15.30 WIB.
PSM akan menantang Persija Jakarta, yang punya kandang di di SUGBK. PSM akan bermain dengan motivasi sebagai juara.
Bagi para pengemar PSM generasi terdahulu, Stadion Utama GBK, adalah memori bersejaraj pasukan Ayam Jantan dari Timur dua kali menjadi juara.
Baca: Persija Vs PSM Tanpa Pilar di Final, Persija Tanpa 2 Inti, PSM Tanpa Wiljan Pluim, Ini Penggantinya?
Baca: Preview Persija vs PSM - Misi Tersembunyi Julio Banuelos Versus Motivasi Berlipat Zulham Zamrun
Rekaman masa lalu PSM Makassar, pernah meraih tropi juara Divisi Utama Perserikatan pada musim kompetisi 1992-1993.
Ketika itu PSM Makassar menjadi juara setelah mengalahkan wakil tim Sumatera PSMS Medan dengan skor 2-1.
Waktu itu, PSM Makassar dilatih Syamsuddin Umar. Pada masa itu, PSM diperkuat sosok seperti Mustari Ato, Bahar Muharram, Ajis Muin, Yusrifar Djafar, Alimuddin Usman dan lainnya.
Dikutip dari novanmediaresearch.wordpress.com, dalam babak final itu, PSM lebih dulu unggul lewat gol Jefry Dien pada menit 13. Tendangan spekulasi berjarak 18 meter itu tidak mampu diselamatkan Sisgiardi, penjaga gawang PSMS.
Setelah kegagalan pemain PSMS Suharto mengeksekusi tendangan penalti di menit 31 karena melebar, PSMS akhirnya bisa membalasnya melalui gol Azwardin Lubis pada menit 62. Skor 1-1 pun bertahan hingga pluit panjang berbunyi.
Menjelang perpanjangan waktu 2 x 15 menit, Syamsudin Umar memasukkan striker muda Mustari Ato. Dan Mustari Ato pula yang menjadi pahlawan PSM ketika mencetak gol pada menit 91.
Baca: Live Indosiar PSIS Vs Persib - Live UseeTV Jafri Sastra Enggan Remehkan Tim Robert Meski Tanpa 2 Bek
Baca: Mirip dengan Xpander, Ini Spesifikasi dan Harga Mitsubishi Eclipse Cross, Ada Juga Outlander PHEV
PSM Ujungpandang –nama saat itu, pun berhasil menjuarai Perserikatan 1991/1992. Perlu menunggu lama hingga 26 untuk meraih juara. Dan uniknya, terjadi di tahun kabisat 29 Februari 1992.
Formasi pemain PSM saat itu; Ansar Abdullah (penjaga gawang), Bahar Muharam, Anwar Liko, Moh. Ajis Muin, Aji Lestaluhu, Yusrifar Jafar, Hasanuddin/Arman Dadi, Alimuddin Usman, Erwin Wijaya/Mustari Ato, Kaharuddin, dan Jefry Dien.
Formasi pemain PSMS: Sisgiardi (penjaga gawang), Supianto, Sumardi, Ramli Lubis, Andreas, Eddy Suryanto/Edwin Daud, Azwardin Lubis, Suharto, Abdul Rahman, Bambang Usmanto, dan Witya Pusen.
Gelar Ligina 2000
Dikutip dari Bola.com, Stadion Utama Senayan, 23 Juli 2000 bergemuruh oleh teriakan takbir suporter PSM Makassar usai wasit Djajat Sudrajat meniup peluit panjang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/momen-saat-psm-makassar-menjadi-juara-tahun-1992-dan-2000.jpg)