Relokasi Pasar Tamanroya Jeneponto, Dg Emba: Kami Tolak Dipindahkan
Seperti yang dikatakan masyarakat Tamanroya Kamaruddin Dg Emba (42) yang ditemui TribunJeneponto.com.
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Ansar
TRIBUNJENEPONTO.COM, TAMALATEA - Pemindahan pasar Tamanroya mendapat tantangan sejumlah masyarakat Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Jumat (19/7/2019) siang.
Seperti yang dikatakan masyarakat Tamanroya, Kamaruddin Dg Emba (42) yang ditemui TribunJeneponto.com.
Pria yang akrab disapa Dg Emba ini mengatakan menolak pasar Tamanroya dipindahkan namun tidak melarang pasar Boyong difungsikan.
"Kita tidak pernah melarang pasar Boyong difungsikan, tapi jangan pindahkan pasar Tamanroya, karena ini satu-satunya mata pencarian masyarakat Tamanroya," kata Dg Emba.
Hadiri Seminar STIA Algazali Barru, Pimpinan Ponpes Tahfiz Pontianak Bagi Tips Hafal Alquran
Berburu Camilan Murah di hypermart MP Makasssar, Berikut Promonya
2 Nelayan Asal Mattiro Sompe yang Dikabarkan Hilang, Ditemukan di Sulbar
Empat Program Strategis BKS PTIS dalam Memajukan Perguruan Tinggi Islam Swasta di Indonesia
Ia menambahkan mayoritas masyarakat Lingkungan Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea bergantung pada pasar dengan berjualan ikan maupun sayuran.
"Satu-satunya mata pencarian kami hanya di pasar, masyarakat di lingkungan sini, tidak ada punya kebun, maupun sawah. Jadi menghindari aksi kriminal disini sebaikya pemerintah perhatikan nasib kami," tuturnya.
Masyarakat lainnya Ubbas yang menolak relokasi dan mempertanyakan peruntutan anggaran pasar Boyong.
"Pembangunana pasar Boyong ini tidak tepat sasaran," katanya.
"Karena sesuai nawacita program revitalisasi 1000 pasar termasuk Tamanroya, dan sesuai anggarannya adalah revitalisasi pasar bukan pembangunan pasar baru yakni Boyong," jelas Ubbas.
Hadiri Seminar STIA Algazali Barru, Pimpinan Ponpes Tahfiz Pontianak Bagi Tips Hafal Alquran
Berburu Camilan Murah di hypermart MP Makasssar, Berikut Promonya
2 Nelayan Asal Mattiro Sompe yang Dikabarkan Hilang, Ditemukan di Sulbar
Empat Program Strategis BKS PTIS dalam Memajukan Perguruan Tinggi Islam Swasta di Indonesia
Ia berharap aparat hukum mengusut tuntas dugaan korupsi pembangunan pasar Boyong yang tidak tepat sasaran.
Pasar Boyong yang jaraknya hanya sekitar 200 meter diresmikan gubernur Sulsel saat itu, Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar pada peringatan Hut ke-153 Jeneponto, Minggu (1/5/2016) lalu.
Pembangunan pasar yang berlokasi di Kecamatan Tamalatea Jeneponto ini menggunakan anggaran pembangunan pasar ini mencapai 17 milliar, yang bersumber dari APBN 2013.
Lokasi pasar yang terus berpolemik terkait pemanfaatannya inipun berjarak sekitar 11 km dari kota Jeneponto (Bontosunggu). (TribunJeneponto.com)
Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pasar-tamanroya-kecamatan-tamalatea-jeneponto.jpg)