Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pertama Kali Pegangan Tangan saat Pesawat Turbelensi, Akhir Pertemuan Pasangan Ini Tak Diduga

Pertama Kali Pegangan Tangan saat Pesawat Turbelensi, Akhir Pertemuan Pasangan Ini Tak Diduga

Editor: Waode Nurmin
Facebook 亞朝
Pertama Kali Pegangan Tangan saat Pesawat Turbelensi, Akhir Pertemuan Pasangan Ini Tak Diduga 

Karena tujuannya saja, Ya Zhao mengajak Liu untuk travelling bersama.

Sepanjang penerbangan, mereka tak henti-hentinya bicara.

"Dia sangat pandai berbahasa Inggris sedangkan aku tidak.

Ia berkata padaku ia berasal dari Chongqing, China dan itu pertama kalinya ia terbang ke Taiwan.

Awalnya, ada satu orang yang duduk di antara kami tapi karena kami mengobrol, orang itu bertukar tempat duduk sehingga dia duduk tepat di sampingku.

Ia bercerita padaku tentang rencananya di Taiwan yang membuatku kaget karena terdengar tidak mungkin.

Aku kemudian menjelaskan ada masalah pada rencananya.

Namun saat kamu mengobrol tiba-tiba pesawat mengalami turbulensi," ungkap Ya Zhao.

Facebook
Facebook 

Ya Zhao menjelaskan saat terjadi tubulensi, entah bagaimana tangan mereka mulai berpegangan tapi tak saling berkata apa-aoa.

Ia hanya mencoba protektif dan meyakinkan Liu aman dengan berkata, "Tidak apa-apa, aman, tidak akan terjadi apa-apa."

Facebook
Facebook 

Akhirnya, pesawat mereka tiba di Taiwan dan mereka turun bersama.

Setelah melalui pemeriksaan bandara dan lain sebagainya, mereka keluar bersama dan menjelajah Taiwan bersama.

"Meski kami baru bertemu beberapa hari, tapi rasanya kami telah mengenal selama bertahun-tahun.

Kami tidak pernah kehabisan topik.

Karena satu penerbangan itu, satu kesempatan dan satu wanita, kami sekarang menjadi pasangan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved