Ketua Dewas LPP RRI, Mistam: Jika FKP Kuat Maka RRI Juga Kuat

Rapat Kerja Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) LPP RRI, di Bandar Lampung, Lampung, Rabu, 17 Juli 2019.

Ketua Dewas LPP RRI, Mistam: Jika FKP Kuat Maka RRI Juga Kuat
CITIZEN REPORTER/RUSDIN TOMPO
Rapat Kerja Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) LPP RRI, di Bandar Lampung, Lampung, Rabu, 17 Juli 2019. 

Rusdin Tompo, Ketua FKP RRI Makassar Melaporkan dari Bandar Lampung, Lampung

"RRI sebagai lembaga penyiaran publik, bukan hanya menjadikan pendengar sebagai obyek tapi subyek siaran," jelas Mistam, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) LPP RRI, di Bandar Lampung, Lampung, Rabu, 17 Juli 2019.

Lanjut Mistam, jika FKP kuat maka RRI kuat dan itu juga akan berdampak pada program-program siaran yang berkualitas, yang berdimensi luas bagi pendidikan, soal, kebudayaan dan sebagainya.

Mistam mendorong FKP untuk merangkul komunitas-komunitas yang ada dalam masyarakat menjadi bagian dari FKP.

Sementara Djuwardi Effendi, Pengurus Pusat FKP LPP RRI menegaskan bahwa kehadiran FKP itu membantu, bukan mengganggu.

Djuwardi menekankan pentingnya FKP sebagai mitra RRI dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga penyiaran publik.

Apa yang disampaikan Djuwardi itu untuk merespons masih adanya problem FKP, terutama FKP daerah, terkait sekertariat, dukungan pendanaan, legitimasi, koordinasi dan komunikasi antara FKP dengan RRI.

Menurut Ulfa Matoka, Sekretaris Umum FKP LPP RRI, sejak dideklarasikan tahun 2010, FKP telah ikut berkontribusi dalam memberikan masukan antara lain dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI), mendukung LPP RRI sebagai radio berjejaring terluas dan berkelas dunia dalam membangun dan memperkuat karakter bangsa.

Selain itu, kata Ulfa, FKP juga ikut membantu LPP RRI dalam merumuskan dan menyusun strategi untuk menjaring pendengar baru, serta proaktif merespons isu-isu yang jadi kebutuhan masyarakat, termasuk terlibat dalam mengelola program siaran.

Rusdin Tompo, dari FKP Makassar, mengusulkan untuk merumuskan kembali istilah "pemerhati".

Halaman
12
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved