Jawaban Rocky Gerung Ditanya Najwa Shihab Siapa yang Dia Maksud 'Anak Kolam' di Cuitan Twitternya
Jawaban Rocky Gerung Ditanya Najwa Shihab Siapa yang Dia Maksud 'Anak Kolam' di Cuitan Twitternya
Rocky Gerung adalah seorang filsuf, akademisi dan intelektual publik Indonesia. Ia pernah mengajar di Universitas Indonesia dan merupakan salah satu pendiri Institut Setara.
Video ini sudah dinonton hingga Rabu (12/6/2019) sebanyak 190 ribuan views dan menuai banyak komentar.
Acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TvOne akhirnya bisa tayang lagi tadi malam, Selasa (17/1/2017), setelah pekan sebelumnya tiba-tiba dibatalkan saat mengusung tema "MAKAR".
Pada edisi perdana comeback-nya ILC TvOne ini mengangkat tema "HOAX VS KEBEBASAN BERPENDAPAT".
Salah satu yang menjadi "Bintang" ILC tadi malam adalah Rocky Gerung, dosen UI ahli filsafat dan juga seorang Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi.
Membedah soal "HOAX", ada 5 analisis/pernyataan Rocky yang menohok rezim saat ini
1. Rezim ini sedang panik
“Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebetulnya.”
2. Presiden menyebar hoax
“Sore tadi saya baca, Pak Jokowi bilang, ‘Jangan membaca Jokowi Undercover karena buku itu tidak ilmiah’. Saya anggap itu hoax,” kata Rocky disambut tawa sebagian peserta ILC.
“Karena yang ngomong itu adalah presiden, memberi penilaian pada buku tidak ilmiah. Tentu kita bisa bikin semacam simulasi dari mana Pak Jokowi tahu. O, pasti kalau ada wartawan tanya dia akan bilang, ‘kata Pak Tito. Kapolri’ Lho, Pak Tito rektor UI atau rektor IPB itu?,” kembali peserta ILC tertawa.
“Jadi Anda lihat bahwa, bahkan presiden menyebar hoax itu. Dari sudut pandang definisi lho,” tegas Rocky disambut tepuk tangan.
Menurutnya, yang berhak menentukan suatu buku ilmiah atau tidak adalah kampus. Sementara buku tersebut justru dilarang dibahas di kampus untuk mengetahui ilmiah atau tidaknya. Itulah paradoks.
3. Rezim yang mengendalikan kebenaran artinya ada kebohongan yang disembunyikan
“Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky setelah membahas Presiden menyebar hoax.