Caleg Golkar Laporan 4 Komisioner KPU Selayar dan 8 Penyelenggara Pemilu ke DKPP

Mereka melaporkan Juniarti Ketua KPPS 3 Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bonto Manai. Nurman Ketua PPS 3 Desa Bonea Makmur. Nurayam anggota PPK Kecamatan

Caleg Golkar Laporan 4 Komisioner KPU Selayar dan 8 Penyelenggara Pemilu ke DKPP
Hasan Basri/Tribun Timur
Tim Kuasa Hukum calon anggota legislatif dari Partai Golkar nomor urut 2 Arifin Dg Marola sedang menghadiri sidang atas laporan dugaan pelanggaran pemilu di Selayar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Golkar Dapil II Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Arifin  Dg Marola melaporkan 12 penyelenggara pemilu ke Dewan Kehormatan Pengawas Pemilu (DKPP) atas dugaan pelanggaran kode etik pemilu.

Mereka melaporkan Juniarti Ketua KPPS 3 Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bonto Manai. Nurman Ketua PPS 3 Desa Bonea Makmur. Nurayam anggota PPK Kecamatan Bontomanai.

Tunggakan Randis Lutra Capai Rp 292 Juta, Terbanyak dari Dinas Kesehatan

Hotman Paris Unggah Foto Pablo Benua Nikahi Wanita Lain dan Nama Istrinya Gimana dengan Parah Abis

Kemudahan Izin Kementan, Bogor Raup Puluhan Miliar Ekspor Tanaman Hias ke 10 Negara

Andi Suhada Sappaile dan Mesakh Rantepadang Bersaing Jadi Ketua DPC PDIP Makassar

Ini Penyebab Turunnya Tipe RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba

Andi Dewantara anggota KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Mansur Sihadji anggota KPU Kepulauan Selayar, Nanda Jamaluddin Ketua KPU Kepulauan Selayar.

Sukardi anggota KPU Selayar, Arung Ketua KPPS 2 Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene. Marak Ali Ketua KPPS 1 Desa Bontona Saluk.

Suriani anggota KPPS Desa Bontona Saluk, Zakaria Ketua PPK Kecamatan Bontomatene, Rahman Patta anggota PPK Kecamatan Bontomatene

Menurut Kuasa Hukum Arifin  Dg Marola, Andan Buyung Azis ke 12 penyelanggaran pemilu di adukan ke DKPP karena melakukan pelanggaran kode etik.

"Yang menjadi pokok pengaduan kami ada tiga. Pertama penggelembungan suara caleg. Penggunaan advokad oleh KPPS dan ketiga adanya penyelenggara pemilu yang memobilisasi saksi ke rumah terlapor," kata Adnan Buyung Azis kepada Tribun.

Suara caleg yang digelembungkan berdasarkan isi pokok aduanya adalah caleg nomor 4 dari Partai Golkar Syamsul Rijal Rahim yang merugikan klienya. 

Penggelembungan itu melibatkan penyelenggara pemilu mulai tingkat Ketua KPPS, PPS, Ketua dan Anggota PPK serta Komisioner KPU setempat.

Teradu  VIII anggota KPU disebut telah membatalkan dua suara pengadu yang seharusnya sah, yakni satu suara yang robek pada lipatan, namun tidak mengenai kolom dan nama calon. Satu suara lagi tembus simetris.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved