Divonis 5 Bulan Penjara, 11 Hari Lagi Jafar Umar Thalib Bebas

Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jayapura selama 1 tahun penjara.

Divonis 5 Bulan Penjara, 11 Hari Lagi Jafar Umar Thalib Bebas
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Mantan Panglima Laskar Jihad Indonesia (JI) Jafar Umar Thalib dan keenam pengikutnya dituntut satu tahun penjara atas kasus dugaan pengrusakan rumah warga di Koya Barat Kota Jayapura. Tuntutan itu dibacakan JPU Adrianus dkk secara terpisah untuk masing masing terdakwa di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Makassar Jl Kartini, Kecamatan Ujung Pandang, Selasa (16/07/07/2019). 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Hakim Pengadilan Negeri Makassar menvonis mantan Panglima Laskar Jihad Indonesia (JI) Jafar Umar Thalib selama lima bulan penjara.

Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jayapura selama 1 tahun penjara.

Jafar Umar Thalib divonis bersalah melanggar pasal 170 KUHP atas kasus dugaan kasus pengrusakan rumah milik warga  Koya Barat, Jayapura, Papua,  pada 27 Februari 2019 lalu.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Jafar Umar Thalib dengan pidana  lima bulan penjara dan dikurangi masa penahanan," kata majelis hakim Suratno dalam materi putusanya, Selasa (16/07/2019).

Tunggu Kedatangan G-Dragon BIGBANG di Jakarta Gelar Pameran Seni Bertajuk UNTITLED 2017

STAI DDI Maros Raih 2 Medali di Ajang Poski II

XL Axiata Bagikan Hadiah Rp 1,3 Miliar untuk Pelanggan Setia

Live TV One, Live Streaming ILC TV One, Selasa, 16 Juli 2019, Tak Lagi Bahas Pilpres, tapi BLBI

Dengan vonis ini, Jafar Umar Thalib tinggal menjalani 11 hari lagi masa pidana tahanan jika putusan hakim dinyatakan inckrah.

Pasalnya, terdakwa Jafar sudah menjalani masa penahanan selama menjadi tersangka hingga proses persidangan, hampir 139 hari.

Artinya kalau potong masa tahanan maka vonis 150 hari dikurangi masa tahanan 139 hari, maka sisa tahanannya 11 hari.

Berbeda dengan  keenam terdakwa lainnya. 
Abdullah Jafar Umar Talib, Subagyo alias Abu Yahya, Abd Rahman, Ikhsan Jayadi, Anas Rikmawan, dan Mujahid Mursyid masih harus menjalani 1 bulan 11 hari.
Mereka  divonis 6 bulan.

"11 bulan 11 hari untuk santri, Jafar Umar Talib 11 hari," kata Kuasa Hukum terdakwa Achmad Michdan.

Dalam putusan hakim mempertimbangkan,  karena terdakw melakukan pengrusakan barang orang lain yang seharusnya tidak dilakukan.
Terdakwa juga bersedia ganti kerugian atas pengrusakan tersebut.

"Apakah akan mengulangi lagi? tanya Hakim kepada para terdawa. Terdakwa satu persatu  pun menjawab dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya.

Adapun pertimbangan putusan yang dijatuhkan hakim lebih ringan kepada Jafar Umar Talib dibanding keenam santrinya, karena Jafar  perananya tidak ikut terlibat dalam pengrusakan. 

Namun karena Jafar merupakan pimpinan dari keenam terdakwa itu, maka dia ikut bertanggungjawab. 

Sementara JPU Kejari Jayapura Adrianus yang  menanggapi putusan hakim, mengaku masih pikir pikir sebelum mengambil sikap.

Jaksa akan pikir pikir selama batas tujuh hari yang diberikan hakim untuk mengambil sikap, apakah menerima putusan itu atau mengajukan upaya banding.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa, Achmad Michdan mengaku menunggu sikap JPU.
Jika JPU menerima, terdakwa pun dengan sepakat akan menerima putusan itu.

Sekedar diketahui mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan perusakan rumah warga di Koya Barat, Jayapura, Papua,  pada 27 Februari 2019 lalu.

Dalam dakwaan JPU, para terdakwa saat  usai melaksanakan salat subuh bersama-sama enam pengikutnya yang juga jadi terdakwa, mendatangi rumah warga milik Henock Mudi Nikki.

Terdakwa keberatan karena merasa terganggu dengan suara lagu yang diputar di rumah warga tersebut. Seba pada saat bersamaan mereka sedang mengadakan acara kegiatan tausyiah.

Jafar yang datang dari masjid itu dengan membawa beberapa senjata tajam berupa samurai.
Karena merasa tidak nyaman dengan volume suara dari rumah Henock yang diputar melalui speaker dan toa.

Saat tiba di rumah Henock, kabel speaker dan toa langsung dirusak oleh kelompoknya hingga tidak dapat digunakan lagi. (*)
 

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved