5 Fakta Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kena OTT KPK, Diciduk saat Baru Saja Rayakan Ulang Tahun

Daftar 5 fakta Gubernur Kepri Nurdin Basirun kena OTT KPK, diciduk saat baru saja rayakan ulang tahun.

5 Fakta Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kena OTT KPK, Diciduk saat Baru Saja Rayakan Ulang Tahun
KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA
Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun 

Dia lalu memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Istrinya, selanjutnya kepada anak-anaknya dan digilir kepada satu per satu anak panti asuhan yang hadir.

“Syukur, alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan, kekuatan dan kesehatan di usia yang ke-62 ini. Usia saya terus berkurang. Namun amanah yang diemban saat ini semoga mendapat keberkahan oleh Allah untuk dijalankan dengan semaksimal mungkin,” ujar Nurdin Basirun.

Nurdin sendiri memaknai momen ulang tahun itu untuk menyadari waktu di dunia ini hanya bersifat sementara. 

Dia percaya, dunia ini semua hanyalah titipan.

Karena itu, di sisa waktunya itu, dia ingin manfaatkanlahnya dengan maksimal di jalan Allah, mengabdi kepada agama bangsa dan negara serta masyarakat.

Dia mengakui tidak ada waktu istimewa untuk hidupnya sendiri.

Baginya, waktu istimewa itu adalah kesempatan untuk selalu bertemu masyarakat dan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat.

“Semoga bertambahnya usia dan juga disisa-sisa kehidupan ini, saya bisa memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kepri,” kata Nurdin Basirun di Masjid Baiturrahman.

5. Status

Hingga Kamis subuh, KPK belum mengumumkan status mereka, namun mereka masih sebagai terperiksa.

Mereka yang ditangkap diperiksa di Mapolres Tanjungpinang.

Gubernur Sulsel Disebut Terima Rp 10 Miliar di Pilgub

Kabar dari Sulsel Panitia Khusus Hak Angket DPRD Sulsel kembali menggelar sidang di Gedung DPRD Sulsel hari ini. 

Hak Angket DPRD Sulsel mempertanyakan sejumlah kebijakan Pemprov Sulsel.

Sidang lanjutan Panitia Hak Angket berlanjut di lantai 8 gedung DPRD Provinsi Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (10/6/2019) siang.

Sidang menghadirkan terperiksa mantan Kepala Inspektorat Sulsel, Lutfie Natsir.

Sidang yang sedianya dimulai pukul 09.30 Wita molor ke pukul 11.20 Wita.

Sidang dipimpin ketua Kadir Halid dan wakil ketua Arum Spink dan Selle KS Dalle.

Sebelumnya pada Selasa (9/7/2019), Mantan Kepala Biro Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras memberikan keterangan pada saat Sidang Pansus Hak Angket.

Jumras menceritakan dua pengusaha bernama Agung Sucipto dan Ferry T menemui dia untuk bisa dimenangkan dalam tender proyek.

Baca: 5 Hari Lagi Ilham Arief Sirajuddin Bebas Penjara, Inilah Curhat Menyayat Hati Putrinya Haera IAS

Baca: 6 Lowongan Kerja Tersedia ada BUMN, Karyawan BRI, PLN, Pelayaran, Hingga Dosen Cek Info Resmi

Namun, Jumras mengakui meminta ikut lelang tender proyek.

Setelah pertemuan itu, ia dipanggil ke Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, 20 April 2019.

Dalam pertemuan ini ada Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Prof Yusran; anggota TGUPP Dr Jayadi Nas, dan Asri Sahrun Said.

Baca: 5 Hari Lagi Ilham Arief Sirajuddin Bebas Penjara, Inilah Curhat Menyayat Hati Putrinya Haera IAS

Baca: 6 Lowongan Kerja Tersedia ada BUMN, Karyawan BRI, PLN, Pelayaran, Hingga Dosen Cek Info Resmi

Dalam pertemuan ini, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengungkapkan, Jumras dicopot karena meminta fee.

"Saya bilang, saya terima ini pencopotan. Pak Agung bilang ke saya, Pak Gubernur dibantu Rp 10 miliar saat Pilkada," katanya.

Apa saja kata Jumras, berikut videonya!

Reaksi Gubernur Sulsel Disebut Terima Rp 10 Miliar

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menegaskan bahwa apa yang diungkapkan oleh mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel Jumras di sidang hak angket DPRD Sulsel itu pembohongan publik.

"Bohong itu, tidak ada itu bantuan, apalagi sama kontraktor sampai mereka berikan uang hingga miliaran," tegas Nurdin, Selasa (9/7/2019).

Ia menegaskan dirinya dan Andi Sudirman Sulaiman duduk sebagai pemenang pesta demokrasi Pilgub Sulsel 2018 lalu karena keinginan masyarakat.

Masyarakat memilih Nurdin dan Sudirman (Prof Andalan) saat Pilgub lalu karena menginginkan perubahan, dan Nurdin pun mengaku komitmen dengan perubahan itu.

Sebelumnya, mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel Jumras ini menjadi terperiksa dalam sidang hak angket DPRD Sulsel.

Saat itu ia ditanya mengenai alasan dirinya dicopot dari jabatannya oleh Gubernur Sulsel.

Jumras mengaku, dirinya tidak mengetahui apa kesalahan yang telah dibuatnya hingga ia dicopot.

Namun sebelum pencopotannya, dirinya ditemui oleh dua orang pengusaha bernama Angguk dan Fery. Dua pengusaha itu meminta proyek kepada dirinya.

“Saat Angguk dan Fery datang minta proyek, saya tidak langsung berikan. Di situ Angguk bercerita, bahwa dirinya telah menyetorkan uang sebesar Rp 10 miliar untuk memenangkan Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel,” ungkap Jumras.

'Nyanyian' Jumras yang masih berstatus anak buah dari Gubernur Sulsel ini salah satu fakta penting yang akan diklarifikasi Pansus Hak Angket DPRD Sulsel kepada Pemprov Sulsel. (TRIBUN-TIMUR.COM/SALDY IRAWAN)

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Baca: 5 Hari Lagi Ilham Arief Sirajuddin Bebas Penjara, Inilah Curhat Menyayat Hati Putrinya Haera IAS

Baca: 6 Lowongan Kerja Tersedia ada BUMN, Karyawan BRI, PLN, Pelayaran, Hingga Dosen Cek Info Resmi

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved