Institut Teknologi dan Bisnis Kalla Resmi Dapat Ijin Kemenristek Dikti
Hal tersebut ditandai penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Mentri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir kepada Ketua
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Institut Teknologi dan Bisnis Kalla kini resmi mendapatkan ijin Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).
Hal tersebut ditandai penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Mentri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir kepada Ketua Yayasan Hadji Kalla Fatimah Kalla di Rumah Dinas Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) , Selasa (9/7/2019).
Tak Terawat, Robert Rene Albert Pernah Tolak Stadion Merdeka Kassi Kebo Jadi Lokasi Latihan PSM
Kisah Almarhum Ali Baba di Mata Eks Pemain PSM Ansar Abdullah, Syamsuddin Umar, dan Jacksen F Tiago
Demikian diungkapkan Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril melalui pesan Whatsapp pada Tribun Timur, Selasa (9/7/2019).
"Alhamdulillah Institut Teknologi dan Bisnis Kalla sudah dapat ijin dari Kemenristek Dikti," katanya.
Syamril melanjutkan, empat Program Studi (Prodi) yanf dibuka yaitu, Kewirausahaan, Manajemen Retail, Bisnis Digital dan Sistem Informasi.
"Melalui proses yang cukup panjang berawal dari ijin dan restu pak Jusuf Kalla selaku Pembina Yayasan pada tanggal 10 November 2018. Dilanjutkan permohonan rekomendasi ke LLDikti Wilayah IX untuk bahan pengajuan ijin ke Kemenristek Dikti. Hari ini 9 Juli SK kami terima dari Kemenristek Dikti," tuturnya.
Sementara Fatimah Kalla mengatakan, sebelumnya Institut Teknologi dan Bisnis Kalla telah berbagai proses.
Mulai proses bimbingan teknis, open recruitment calon dosen, site visit serta verifikasi berkas oleh Tim Dikti ke Makassar 2 Juli 2019.
"Maka dari itu dengan pengalaman Kalla Group 67 tahun di bisnis dan 35 tahun di sekolah, akan dipadukan dengan hadirnya perguruan tinggi yang akan memberikan sentuhan wirausaha dilengkapi ilmu manajemen modern dan profeasional," katanya.
Fatimah Kalla menekankan, ITB Kalla ini bukan komersil tetapi mengedepankan kualitas dengan persiapan yang matang.
"Persiapan akan dilakukan langkah membangun kemitraan dengan kampus besar yang sudah besar seperti SBM ITB, PPM Business School, ESQ Business School dan Prasetiya Mulya," ungkapnya.
Ia menambahkan, mitra tersebut bekerja sama dalam pengembangan kurikulum, persiapan calon dosen, manajemen kampus dan lainnya.
Selanjutnya, Jusuf Kalla menyampaikan alasan pendirian ITB Kalla.
"Pada tahun 1950 an ada banyak pengusaha pribumi di Makassar. Namun sangat sedikit yang bisa bertahan sampai tiga generasi seperti Kalla Group," katanya.
Lebih lanjut, Wapres RI mengatakan rahasia bisnis akan diajarkan di ITB Kalla.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/oleh-mentri-riset-teknologi.jpg)