Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Gowa Optimis Beautiful Malino Jadi Agenda Pariwisata Nasional

Event tersebut diketahui akan diselenggarakan untuk kali ketiga pada tahun 2019 ini. Kegiatan tersebut akan berlangsung

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Imam Wahyudi
Ari Maryadi/Tribungowa.com
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meyakani Festival Beautiful Malino akan segera masuk dalam kalender pariwisata nasional.

Event tersebut diketahui akan diselenggarakan untuk kali ketiga pada tahun 2019 ini. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Jumat (12/7/2019) hingga Minggu (14/7/2019).

Adnan mengatakan, Pemkab Gowa telah melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Menurutnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan segera mengusulkan kegiatan Beautiful Malino masuk kalender pariwisata nasional.

"Semalam kami telah melakukan audiens. Bapak Gubernur akan mengusulkan semoga Beautiful Malino masuk kalender pariwisata nasional," kata Adnan kepada Tribun, Rabu (10/7/2019).

Sebelumnya Kementerian Pariwisata juga menyampaikan sementara mengkaji event Beautiful Malino agar masuk kalender pariwisata nasional.

Kementerian Pariwisata menilai, pelaksanaan event Beautiful Malino hingga tahun ketiga memiliki perkembangan positif.

Perkembangan positif tersebut yakni pada peningkatan jumlah wisatawan yang hadir, serta peningkatan item-item kegiatan yang dihadirkan.

"Saya melihat ada perkembangan pada event Beautiful Malino setiap tahunnya," kata Kepala Bidang Area II Wilayah Nusra dan Timor Leste pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Asisten Deputi Regional III, Hendry Noviardi, Rabu (3/7/2019) lalu.

Hendry juga menyampaikan, ada sejumlah persyaratan apabila event Beautiful Malino ingin dijadikan sebagai salah satu kalender pariwisata nasional.

Pertama, pembentukan tim kurasi berdasarkan usulan dari provinsi. Usulan tersebut kemudian disampaikan dan dikurasi oleh kementerian.

Setelah ini kemudian dilakukan penilaian. Mulai dari faktor budaya, kelamaan berlangsungnya kegiatan serta jadwal kegiatannya tidak boleh mengalami perubahan.

"Pelaksanaan event secara berkelanjutan dan waktu harus sama tiap tahunnya. Waktunya jika dilaksanakan pada Juli maka tidak boleh bergeser di bulan itu," kata Hendry.

Menurutnya apabila waktu telah ditetapkan, maka tugas kementerian selanjutkan mempromosikan event tersebut.

Hendry menambahkan, intinya pihak Kemenpar tidak ingin saat wisatawan antusias mengunjungi event tersebut, namun berujung kecewa karena kegiatan mengalami perubahan waktu dan tempat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved