Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Ali Baba di Mata Kapten PSM Zulkifli Syukur: Ditakuti Lawannya

"Saya tidak terlalu kenal dengan Almarhum tapi saya tahu sosok dia jika di lapangan yang pasti Almarhum orangnya baik ke semua orang,"

Penulis: Alfian | Editor: Ansar
HANDOVER
Mantan pemain PSM era 80-an, Ali Baba 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kapten PSM Makassar, Zulkifli Syukur, mengakui Ali Baba merupakan salah satu legenda yang menjadi panutan sejumlah pemain PSM.

Meski tak sejaman atau tidak pernah bermain bersama namun Zulkifli mengakui sering melihat aksi-aksi Ali Baba yang merupakan Stopper pada pada zamannya.

"Saya tidak terlalu kenal dengan Almarhum tapi saya tahu sosok dia jika di lapangan yang pasti Almarhum orangnya baik ke semua orang," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2019).

Pemda dan Oxfam Indonesia Kerjasama Entaskan Kemiskinan di Luwu Utara

Izin Operasi Tambang di Wajo Terbit, DPRD Sulsel Sebut Pemprov Abaikan Hasil RDP

"Karakter dia di lapangan dan di luar lapangan sangat jauh berbeda saya dulu sering nonton PSM waktu saya masih belum jadi pemain dimana almarhum sosok yang ditakuti oleh lawannya," tambahnya.

Gemar Membaca

Legenda PSM Makassar, Ali Baba, berpulang ke Rahmatullah, Selasa (9/7). Ia merupakan pemain yang membawa PSM juara Liga Indonesia tahun 2000.

Pemain yang identik dengan nomor punggung 8 ini kemudian melanjutkan karirnya sebagai pemgajar atau dosen di salah satu kampus swasta Makassar usai pensiun.

Salah satu rekannya saat masih berseragam PSM yang kini juga berstatus Asisten pelatih PSM, Saymsuddin Batola, mengaku cukup kehilangan.

Pasalnya Ali Baba dan Syamsuddin Batola memulai karir sepakbolanya sejak usia dini hingga mampu menembus skuad senior PSM.

"Saya dulu sama-sama di diklat (PPLP) Sudiang waktu masih SMP, tapi saat SMA saya lanjut di Jakarta Almarhum masih di Makassar," kenangnya saat dihubungi.

Setelah menyelesaikan diklat, Ali Baba dan Syamsuddin Batola pun menembus ketatnya persaingan masuk ke Skuad Senior PSM di tahun 1994-1995.

Keduanya pun akhirnya mampu mempersembahkan gelar juara bagi PSM pada tahun 2000.

Selama karirnya di PSM Syamsuddin Batola mengaku bahwa dirinya kerap sekamar dengan Ali Baba.

Saat tinggal di Asrama maupun ketika PSM bermain away.

Pemda dan Oxfam Indonesia Kerjasama Entaskan Kemiskinan di Luwu Utara

Izin Operasi Tambang di Wajo Terbit, DPRD Sulsel Sebut Pemprov Abaikan Hasil RDP

"Saya sangat dekat, Almarhum itu baik orangnya dia punya karakter biasa juga kalau di kamar dia suka membaca disitu kelihatan Almarhum ini punya keinginan jadi guru," terangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved