Tambang Ilegal Marak di Maros, HPPMI Desak Polda Sulsel Lakukan Penertiban

Unjuk rasa tersebut, terkait adanya aktivitas tambang yang diduga ilegal di Kabupaten Maros, Sulsel.

Penulis: Amiruddin | Editor: Ansar
Ketua HPPMI Maros, Arialdi Kamal
Aksi HPPMI Maros di Mapolda Sulsel, Senin (8/7/2019) 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros, berujukrasa di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan KM 16, Kota Makassar, Senin (8/7/2019).

Unjuk rasa tersebut, terkait adanya aktivitas tambang yang diduga ilegal di Kabupaten Maros, Sulsel.

Seperti aktivitas tambang di Kecamatan Mandai, Tanralili, Tompobulu, dan Moncongloe.

"Aktivitas tambang ilegal di Maros sudah sangat meresahkan, dan telah menelan sejumlah korban jiwa," kata Ketua HPPMI Maros, Arialdi Kamal, kepada tribun-maros.com.

Trinity dan Alvy Syahri Motivasi Mahasiswa HI Unibos

Perhatikan 4 Hal Penting Ini Saat Melihat Pengumuman Hasil SBMPTN 2019 Besok, Selasa 9 Juli 2019

Arialdi menambahkan, pihaknya juga meminta Polda Sulsel beserta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, turun langsung melihat aktivitas tambang di Maros.

Termasuk menormalisasi tambang yang belum berizin di Maros.

"Kami berharap Polda Sulsel segera menindak tegas, penambang yang tidak mempunyai izin di Maros," ujarnya.

Apalagi kata dia, rerata penambang di Maros hanya mengantongi izin eksplorasi.

Malah penambang tersebut melakukan aktivitas produksi.

"Itu jelas melanggar Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba, dengan tuntutan penjara lima tahun," tutur Arialdi.

PSM Makassar Melaju ke Final Piala Indonesia 2019, Ini Catatan Ketua Askab PSSI Wajo

Di Depan Dua Anaknya, Seorang Suami Tega Bunuh Istri karena Menolak Berhubungan Badan

Sekadar diketahui, sejumlah aktivitas tambang di Maros, memang kerap kali diprotes warga dan pemerhati lingkungan.

Selain dituding ilegal, aktivitas tambang tersebut disinyalir kerap menyebabkan kecelakaan, akibat ulah oknum sopir pengangkut tambang yang ugal-ugalan.

Tambang ilegal marak lantaran diduga dibekingi oknum, termasuk dari DPRD.

Teranyar, tambang galian C milik anggota DPRD Maros, Amirullah Nur, juga dihentikan sementara akibat protes warga. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved