13 Tahun Lumpur Lapindo, Ini Kata Ilmuwan yang Memprediksi Akan Terus Memuntahkan Lumpur
13 Tahun Lumpur Lapindo, Ini Prediksi Ilmuwan yang Menyebut Akan Terus Memuntahkan Lumpur
TRIBUN-TIMUR.COM - Masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, pernah dihebohkan dengan lumpur dan gas keluar dari perut bumi.
Lumpur dan gas keluar dari perut bumi di Dusun Balongnongo, Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, pada 29 Mei 2006 lalu.
Meski sudah 13 tahun berselang, luapan lumpur dan gas dari perut bumi atau yang akrab disebut Lumpur Lapindo itu, masih belum berhenti.
Dalam kurun waktu tersebut, sekitar 40 ribu orang terpaksa harus pindah.
Sebab, luapan Lumpur Lampindo mengubur belasan desa di sekitarnya.
NASA membagikan foto-foto perubahan yang terjadi di sekitar lokasi Lumpur Lampindo dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun 2005 sebelum terjadi bencana luapan lumpur panas Sidoarjo
Baca: Inilah Batu Akik Semburan Lumpur Lapindo, Harga Rp 70 Juta
Baca: Demi Film, Dewi Perssik Nyebur ke Lumpur Lapindo
Baca: Rp 7 Triliun APBN Terhisap Lumpur Lapindo
3 September 2006
Tahun 2007
Beberapa kampung bahkan ada yang tenggelam oleh endapan lumpur setinggi 40 meter.
Setelah 13 tahun berlalu, bagaimanakah kondisi luapan lumpur panas sidoarjo sekarang?
Berikut ini merupakan penampakan kawasan bencana lumpur panas Sidoarjo difoto dari luar angkasa dari wahana Landsat 8.
Baca: Inilah Batu Akik Semburan Lumpur Lapindo, Harga Rp 70 Juta
Baca: Demi Film, Dewi Perssik Nyebur ke Lumpur Lapindo
Baca: Rp 7 Triliun APBN Terhisap Lumpur Lapindo
Berdasarkan gambar yang diambil pada 11 Juni 2019 tersebut, terlihat ada warna cokelat gelap yang menandakan luapan baru, lumpur cair ini berada di permukaan.
Tampak juga warga cokelat muda yang merupakan luapan lama dengan permukaan yang keras karena sudah mengering.
Lapisan ini sudah cukup kuat jika dipijak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/13-tahun-lumpur-lapindo-ini-kata-ilmuwan-yang-memprediksi-akan-terus-memuntahkan-lumpur.jpg)